Mahasiswa Manajemen KKI FEB UI Terpilih sebagai Delegasi Muda Indonesia KTT APEC 2022

Mahasiswa Manajemen KKI FEB UI Terpilih sebagai Delegasi Muda Indonesia KTT APEC 2022

 

Rifdah Khalisha – Humas FEB UI

DEPOK – (18-19/11/2022) Mahasiswa Manajemen Kelas Khusus Internasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (KKI FEB UI), berhasil terpilih sebagai delegasi muda Indonesia untuk APEC Voices of the Future dalam ajang internasional “Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC)” di Thailand pada Jumat (18/11) dan Sabtu (19/11). Tercatat dari tiga delegasi mahasiswa, dua di antaranya merupakan mahasiswa FEB UI.

APEC merupakan forum kerja sama antar 21 ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri pada 1989. Saat ini, tercatat ada 21 anggota APEC, termasuk Indonesia. Kerja sama ini berstatus non-politis yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di Asia Pasifik.

Sedangkan APEC Voices of the Future (VOF) merupakan wadah bagi generasi muda, program tahunan yang menyatukan pemuda dan pendidik dari 21 negara ekonomi yang berpartisipasi dalam organisasi APEC untuk menghadiri APEC Summit.

Mahasiswa Manajemen KKI FEB UI Angkatan 2020 Navira Putri Apriliani bercerita, “Awalnya, salah seorang dosen merekomendasikan saya dan Jeremy, berdasarkan track record selama kami jadi mahasiswa di FEB UI. Setelah itu, kami mengikuti beberapa tahap seleksi, mulai CV screening, membuat esai terkait tema APEC 2022, mengirimkan video speech selama 2 menit, dan mengisi formulir untuk mengajukan diri sebagai bagian APEC Voices of the Future. Usai seleksi, terpilihlah enam delegasi muda Indonesia, termasuk kami.”

Delegasi APEC Voices of the Future 2022 tentunya memiliki banyak kegiatan, salah satunya presentasi hasil diskusi terkait implementasi tema APEC 2022. Navira sendiri mengangkat topik Open, Connect, Balance: The Role of Youth in Indonesia and the Asia-Pacific Region.

Menurut pemaparan Navira saat diwawancarai FEB UI, pada Jumat (25/11), “Selama APEC CEO Summit, kami banyak bertemu para pemimpin negara, seperti Prayut Chan-o-cha (Perdana Menteri Thailand), Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia), Kamala D. Harris (Wakil Presiden US), Jacinda Ardern (Perdana Menteri New Zealand), Justin Trudeau (Perdana Menteri Canada), dan tokoh lainnya.”

“Acara KTT APEC 2022 dihadiri pula oleh Bapak Anindya Bakrie selaku Ketua ABAC Indonesia 2022. Saya berkesempatan untuk berbincang dengan beliau terkait peranan anak muda pada kegiatan internasional,” imbuhnya.

Baginya, pengalaman paling menarik adalah saat upacara pembukaan Bio Circular Green (BCG) Exhibition di Queen Sirikit National Convention Center. Ia pun bertemu Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha dan Duta Besar Indonesia untuk Thailand Rachmat Budiman.

Navira mengaku sangat bangga berkesempatan sebagai delegasi pemuda Indonesia dalam KTT APEC 2022, mendapatkan banyak pengalaman dan belajar dari delegasi lainnya dengan ekonomi berbeda. Selain itu, ia senang menggali dan menyuarakan perspektif untuk menginspirasi dan memberikan kebermanfaatan bagi APEC ke depannya.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan sivitas akademika FEB UI, terutama kepada Sekretariat KKI FEB UI, yang membantu membuat surat perizinan. Terima kasih pula kepada para dosen yang telah memberikan dukungan selama saya mewakili Indonesia pada KTT APEC di Thailand. Dukungan dari FEB UI sangat berarti bagi saya, tidak hanya mendukung dalam kegiatan akademik, tetapi non-akademik pula,” tandasnya.

Sementara itu, Mahasiswa Manajemen KKI FEB UI Angkatan 2020 Jeremy Kester Hanani berbagi pengalamannya memaparkan hasil diskusi mengenai Open Opportunities Specifically for Employment, “Kami diskusi seputar upaya membantu masyarakat agar menerima penghasilan yang cukup, tidak hanya sekadar memiliki pekerjaan. Misalnya saja, kami membahas startup Octopus yang berusaha membantu para pemulung menerima penghasilan dan pekerjaan lebih layak.”

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Saya belajar banyak tentang keadaan ekonomi dengan delegasi lainnya, mengingat setiap delegasi punya latar belakang cukup berbeda yang membentuk pola pikir mereka. Saya senang sekali bisa belajar dari perbedaan kami.”

Selain itu, Jeremy pun berkesempatan mengenal Thailand dari perspektif perkembangan, masyarakat, dan inovasinya, “Saya berharap pembelajaran baru itu bisa membantu Indonesia dan bisnisnya untuk berinovasi dengan baik sehingga masyarakat pun merasakan keuntungannya.”

Akhir kata, ia merasa bersyukur bisa menerima kesempatan sebagai delegasi pada KTT APEC 2022 melalui jejaring dari Universitas Indonesia. Ke depannya, ia berharap mahasiswa bisa lebih banyak menerima exposure internasional dengan dukungan dari Universitas Indonesia dan FEB UI. (hr)