Promosi Doktor PPIE FEB UI, Ashintya Damayati Kaji Essays on The Impact of Industrial Location and Regional Policies in Indonesia

Promosi Doktor PPIE FEB UI, Ashintya Damayati Kaji Essays on The Impact of Industrial Location and Regional Policies in Indonesia

 

Nino Eka Putra ‚Äď Humas FEB UI

DEPOK ‚Äď (5/7/2024)¬†Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyelenggarakan sidang terbuka Promosi Doktor¬†Ashintya Damayati, yang berlangsung di ruang 401-403 Gedung Pascasarjana FEB UI, Kamis (4/7).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Arief Wibisono Lubis, Ph.D., dengan pembimbing Chaikal Nuryakin, Ph.D. (Promotor), Teguh Dartanto, Ph.D. (Ko-Promotor 1), M. Halley Yudhistira, Ph.D. (Ko-Promotor 2), serta para tim penguji Vid Adrison, Ph.D. (Ketua Penguji), Prof. Dr. Djoni Hartono, Rus’an Nasrudin, Ph.D., Dr. Widyono Soetjipto, dan Dionisius A. Narjoko, Ph.D.

Dr. Ashintya Damayati mengangkat disertasi yang berjudul ‚ÄúEssays on The Impact of Industrial Location and Regional Policies in Indonesia‚Ä̬†pada sidang terbuka ini.¬†Pada penelitiannya, Promovenda Ashintya mengkaji dampak lokasi industri dan kebijakan regional di Indonesia, dengan fokus khusus pada Special Economic Zone (SEZ) dan Industrial Area (IA).

Tinjauan historis menjelaskan evolusi dan tujuan strategis dari kebijakan-kebijakan ini untuk memberikan konteks pada penelitian. Efektivitas kebijakan ini dalam menciptakan spillover aktivitas ekonomi ke desa sekitar dari tahun 2014 hingga 2021 dievaluasi dengan menggunakan pendekatan staggered difference-in-differences (DiD) dari Callaway dan Sant’Anna (2021). Analisis menunjukkan dampak positif yang signifikan dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap ekonomi lokal, sementara efek dari Kawasan Industri Prioritas (KI Prioritas) tidak konsisten.

Selain itu, kombinasi model teoretis dan empiris oleh Brooks et al. (2016, 2021) dan metode estimasi markup oleh De Loecker & Warzynski (2012) digunakan untuk menyelidiki fasilitasi tak terduga dari perilaku kolusif dalam Special Economic Zone (SEZ) dan Industrial Area (IA). Temuan menunjukkan insiden kolusi yang lebih tinggi dalam IA dibandingkan dengan SEZ, yang menyoroti kebutuhan akan pengawasan regulasi yang lebih ketat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menekankan efektivitas yang beragam dari kebijakan lokasi industri dalam mendorong pengembangan regional dan lingkungan yang kompetitif, serta menekankan kebutuhan akan strategi yang lebih baik untuk mencegah perilaku anti-persaingan dan memastikan pengembangan regional yang berkelanjutan di Indonesia.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Ashintya Damayati lulus dengan predikat Cumlaude dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-148 Bidang Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Ashintya Damayati!