GNAM Week MM FEB UI Day 2, Soroti Mindset Hijau dan Transisi Energi Menuju Net Zero Emission

GNAM Week MM FEB UI Day 2, Soroti Mindset Hijau dan Transisi Energi Menuju Net Zero Emission

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

JAKARTA – (11/3/2025) Perubahan iklim bukan lagi sekadar teori. Dampaknya kian nyata dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk bisnis dan industri. Menyadari urgensi tersebut, Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) yang tergabung dalam jaringan sekolah bisnis internasional terkemuka kembali menggelar Global Network for Advanced Management (GNAM) Week. Acara ini berlangsung dari Senin (10/3) hingga Jumat (14/3), menghadirkan para pemimpin industri untuk membahas strategi keberlanjutan dan transisi energi.

Deputy Head Sustainability PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Aldo Joson membuka sesi inspiratif bertajuk ‘Dorong Mindset Hijau Melalui Strategi Korporasi’. Dalam paparannya, Joson menyoroti pentingnya mengadopsi pola pikir keberlanjutan dalam dunia bisnis. Ia menegaskan bahwa perubahan harus dilakukan bukan hanya demi kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga demi menciptakan dampak positif bagi lingkungan.

Sebagai bagian dari grup APRIL, PT RAPP menerapkan sejumlah inisiatif keberlanjutan, di antaranya pemantauan ketat menggunakan citra satelit guna memastikan tidak ada aktivitas deforestasi dalam rantai pasok; pembangunan empat dari enam menara pemantauan gas rumah kaca di Indonesia untuk memastikan akurasi data emisi; dan penerbitan laporan keberlanjutan sejak 2002 dengan strategi terbaru yang mencakup 18 target, termasuk pencapaian net zero emission, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Membangun mindset hijau memerlukan edukasi, kolaborasi, dan sistem yang skalabel. Dengan mengintegrasikan keberlanjutan dalam praktik bisnis inti, perusahaan dapat menciptakan dampak lingkungan yang berarti sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Joson.

Selain sektor kehutanan dan pulp, transisi energi juga menjadi sorotan utama dalam GNAM Week kali ini. Direktur Manajemen Risiko PT PLN Indonesia, Suroso Isnandar menjelaskan tantangan dalam menyeimbangkan energy trilemma—keamanan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan lingkungan.

Menurut Suroso, PLN terus mengembangkan berbagai strategi untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan. Salah satu inovasi utama adalah Green Enabling Super Grid, yang bertujuan mengoptimalkan distribusi energi bersih ke berbagai daerah.

Suroso menambahkan, strategi jangka panjang PLN mencakup pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, surya, dan bioenergy; implementasi Smart Grid dan sistem manajemen energi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi distribusi listrik; eksplorasi pemanfaatan energi nuklir yang direncanakan mulai beroperasi pada 2034.

“Kesadaran akan pentingnya transisi energi semakin meningkat, dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, akademisi, serta masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau untuk Indonesia,” tutur Suroso.

Melalui berbagai inisiatif seperti Green Enabling Super Grid dan eksplorasi sumber energi bersih, PLN berkomitmen mewujudkan sistem ketenagalistrikan yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan. “Dengan dukungan berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 sebagaimana dideklarasikan dalam KTT Iklim COP26,” tutup Suroso.

GNAM Week MM FEB UI Day 2 menegaskan pentingnya keterlibatan sektor swasta dan akademisi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan inovasi dan komitmen berkelanjutan, diharapkan strategi hijau ini dapat menjadi katalis perubahan bagi dunia bisnis dan industri di Indonesia.