Program KKI FEB UI Gelar Partner Fair Joint Degree: Kampus Mitra Internasional Paparkan Program Unggulan, Beasiswa, dan Peluang Karier Global
Nabila – Komunikasi FEB UI
Depok, 28 November 2025 — Program Kelas Khusus Internasional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (KKI FEB UI) telah melangsungkan Partner Fair Joint Degree yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan orang tua, baik secara online maupun offline. Acara berlangsung selama dua hari, dilakukan online pada Kamis (27/11) dan dilakukan offline pada Jumat (28/11).
Partner Fair KKI FEB UI merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang bertujuan memberikan gambaran bagi mahasiswa dan orang tua mengenai pilihan universitas mitra yang diminati dalam program joint degree. Mengingat setiap universitas mitra memiliki ketentuan akademik, struktur program, dan keunggulan yang berbeda, kegiatan ini menjadi agenda penting bagi mahasiswa dan orang tua untuk menganalisis kesesuaian pilihan studi dengan minat, kapasitas, dan rencana karir.
Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh dua gelar sekaligus, yakni dari FEB UI dan dari universitas mitra internasional yang mereka pilih
Tahun ini, KKI FEB UI menghadirkan 11 universitas mitra internasional dari lima negara untuk memberikan informasi terkait peluang dan pengalaman studi.
Setiap universitas memaparkan profil akademik, struktur kurikulum, fasilitas penunjang belajar, kehidupan mahasiswa internasional, serta persyaratan akademik yang perlu dipenuhi mahasiswa KKI FEB UI. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait proses seleksi, biaya studi, kesempatan magang, dan peluang karir setelah lulus.
Acara dibuka dengan Welcoming Remarks oleh Ketua Program KKI FEB UI Isfandiarni, Ph.D., yang menekankan pentingnya pengalaman internasional sebagai bagian dari kompetensi global mahasiswa. Menurutnya, program joint degree merupakan wujud komitmen FEB UI dalam mendukung kualitas pendidikan berstandar internasional dan mempersiapkan lulusan yang mampu berkontribusi secara global.
Hari Pertama Partner Fair
Pada hari pertama, mahasiswa dan orang tua mendapatkan presentasi serta sesi tanya jawab interaktif dari lima universitas mitra, yaitu Victoria University of Wellington (Selandia Baru), Massey University (Selandia Baru), University of Birmingham (Inggris), University of Amsterdam (Belanda), dan Tilburg University (Belanda).
Pada hari pertama, International Manager for Southeast Asia Victoria University of Wellington (VUW), Dean Dinh, membuka sesi pemaparan mengenai kebijakan terbaru bagi mahasiswa internasional yang berencana melanjutkan pendidikan di New Zealand. Sekolah Bisnis VUW juga telah meraih tiga akreditasi internasional bergengsi, yaitu AACSB, EQUIS, dan AMBA, yang menandakan kualitas pendidikan berstandar global. VUW berada di peringkat 240 dari 18.000 universitas dunia
VUW menyediakan career center yang membantu penyusunan CV, konsultasi pencarian kerja, hingga pelatihan wawancara. Setiap tahun, universitas juga menggelar career fair yang menghadirkan perusahaan mitra untuk memberikan peluang interaksi langsung dengan mahasiswa. Selain itu, VUW menyediakan skema beasiswa bagi mahasiswa sarjana tahun pertama dan mahasiswa pascasarjana. Beasiswa ini bersifat non-renewable dan tidak berlaku bagi mahasiswa pindahan.
Sesi berikutnya, International Articulations and Cohort Advisor Massey University, Dandan Wang, memaparkan keunggulan akademik dan peluang studi bagi mahasiswa Indonesia melalui program artikulasi bersama Universitas Indonesia (UI). Massey University, yang menempati peringkat 230 dunia dan berada di 3% universitas terbaik, menawarkan program bisnis berakreditasi internasional serta rating bintang lima QS.
Dandan Wang menekankan bahwa hubungan erat dengan industri menjadi nilai tambah utama, karena mahasiswa tidak hanya dibekali teori tetapi juga keterampilan praktis untuk karier mereka. Universitas ini memiliki akreditasi internasional seperti AACSB, AMBA, CIMA, CFA Program Partner, dan berbagai lembaga profesional lainnya. Program artikulasi memungkinkan mahasiswa menempuh dua tahun di UI dan tiga semester di Massey, dengan pengakuan 180 kredit untuk melanjutkan ke gelar Bachelor of Business. Persyaratan bahasa Inggris meliputi IELTS 6.0, TOEFL, atau PTE.
Massey menawarkan diskon biaya kuliah 15% untuk mahasiswa UI, dengan syarat minimal 120 kredit. Pemerintah New Zealand juga menetapkan dana hidup minimal NZD 20.000 bagi mahasiswa internasional, dan lulusan Massey University berhak mengajukan open work visa hingga tiga tahun, yang membuka peluang karier dan jalur menuju visa tinggal tetap.
Abhinav Goval, Professor of Finance, dan Sarah Montano, Professor Retail Marketing di Birmingham Business School, menjelaskan bahwa University of Birmingham merupakan universitas sipil “red brick” pertama di Inggris yang berdiri sejak 1900, berlokasi di tepi pusat kota Birmingham kota terbesar kedua di Inggris.
University of Birmingham juga dikenal memiliki pengalaman mahasiswa yang kaya, menghadirkan berbagai peluang pengembangan di luar akademik. Institusi ini bahkan telah melahirkan 11 peraih Nobel sepanjang sejarahnya. Birmingham juga menjadi penyedia lapangan kerja terbesar bagi mahasiswa, serta menawarkan berbagai fasilitas dan diskon khusus pelajar untuk mendukung kehidupan sosial dan kesejahteraan mahasiswa internasional. Birmingham Business School memiliki triple crown accreditation AACSB, AMBA, EQUIS.
Mahasiswa yang melanjutkan studi ke University of Birmingham berkesempatan memperoleh beasiswa atau potongan biaya kuliah hingga 20% per tahun. Universitas ini juga masuk dalam Top 100 dunia versi QS World University Rankings 2026, serta memungkinkan lulusan internasional tinggal dan bekerja di Inggris setelah menyelesaikan studi melalui skema visa pascasarjana.
Untuk mendukung kesuksesan akademik, tersedia kesempatan konsultasi mingguan, feedback hours, pendampingan dari Welfare and Wellbeing Team, serta sesi pengembangan keterampilan belajar. Untuk kehidupan kampus, mahasiswa dapat bergabung dalam Guild of Students, himpunan mahasiswa yang menaungi lebih dari 36.000 mahasiswa dan 300 komunitas, menjadikannya salah satu pusat aktivitas kampus terbesar di Inggris.
Sharing Session Kathleen Emannuel, Naomi Loos, Nadia Mulya dari Universiteit Van Amsterdam (UvA). Dalam tiap semester (Semester 1 dan Semester 2), mahasiswa memiliki opsi mengambil mata kuliah elektif. Untuk jalur spesialisasi, program terdiri dari empat mata kuliah wajib-elektif (24 EC) dan penulisan skripsi (6 EC). Mata kuliah wajib elektif ini dijadwalkan menyebar sepanjang tahun sebagian ditawarkan di semester pertama, sebagian di semester kedua.
Berdasarkan peringkat internasional, UvA menempati posisi ke-53 dunia menurut QS World University Rankings 2025/2026. Di bidang ekonomi dan bisnis, UvA berada di peringkat ke-77 menurut Times Higher Education 2025 dan ke-33 menurut U.S. News & World Report 2025.
Gerwin van der Laan, Assistant Professor Strategy & Entrepreneurship, Tilburg University, Belanda. Ia menjelaskan bahwa Tilburg University memiliki 74 program studi yang ditawarkan. Namun, 34 dari 74 program diajarkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Komunitas internasional di kampus ini sangat beragam dengan 4.250 mahasiswa internasional dari lebih dari 110 negara, dan sebagian besar pengajarnya juga berasal dari luar Belanda.
Program Business Administration di Tilburg dirancang untuk perusahaan multinasional dan bisnis yang berorientasi pada pasar global. Kurikulum mengintegrasikan mata kuliah sosial, metodologi riset, serta pembentukan karakter melalui self-reflection.
Program sarjana seperti BSc International Business Administration (IBA) dan BSc Economics (ECO) sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, dengan komposisi 50 – 70% mahasiswa internasional yang mewakili sekitar 50 kebangsaan berbeda. Keduanya menekankan perspektif global dalam setiap mata kuliah.
Untuk mendukung perkembangan karir, mahasiswa difasilitasi melalui Career Services dan Study Organisations, yang menyediakan layanan seperti konsultasi penyusunan CV, pelatihan persiapan kerja, magang, serta Career Week TiU yang mempertemukan mahasiswa dengan dunia industri.
Hari Kedua Partner Fair
Pada hari kedua, Fitria Arsianti selaku Principal Adviser – Southeast Asia / Country Manager Indonesia & Philippines The University of Queensland (UQ). UQ menawarkan program Business Economics Language (BEL) sebagai salah satu unggulan di bidang bisnis dan ekonomi. UQ merupakan universitas riset ternama dengan koneksi industri global, serta menjadi tujuan studi bagi banyak mahasiswa internasional.
Program BEL memiliki 55.000 mahasiswa, termasuk 21.500 mahasiswa dari luar negeri dan sekitar 500 diantaranya berasal dari Universitas Indonesia (UI). Mahasiswa wajib menuntaskan 76 kredit dengan pilihan masa studi 1,5 hingga 2 tahun. Jurusan manajemen menjadi yang paling diminati. Mata kuliah elektif tetap dapat diambil meski tidak diperkenankan berpindah jurusan utama.
Kesempatan magang serta layanan karir tersedia untuk membantu mahasiswa memperluas jaringan dan mengakses peluang kerja. Biaya hidup diperkirakan AU$ 24.000 per tahun, sementara biaya kuliah pada 2026 mencapai AU$ 54.096 dengan proyeksi kenaikan 10% per tahun. Mahasiswa UI memperoleh potongan biaya hingga 25%.
UQ mudah diakses dengan transportasi umum seperti bus, kereta, dan feri yang beroperasi setiap lima menit. Kemitraan industri mencakup perusahaan global seperti Google, Amazon, Apple, dan Hilton. Pendaftaran dibuka Februari dan Juli 2026, dengan syarat minimal IPK 3.00 serta mata kuliah dasar matematika dan ekonomi.
Memasuki hari kedua, enam universitas mitra lainnya memberikan pemaparan lanjutan, yaitu University of Queensland (Australia), University of Adelaide (Australia), University of Melbourne (Australia), University of New South Wales (Australia), University of Groningen (Belanda), dan Montpellier Business School (Prancis).
Jessica Anastasia, selaku International Recruitment Officer University of Adelaide untuk kawasan Asia Tenggara, menjelaskan bahwa Adelaide menjadi salah satu kota pelajar yang paling terjangkau di Australia, dengan biaya hidup sekitar AUD 400 per bulan. Kota ini dijuluki “Twenty Minutes City” karena akses kota yang mudah, serta dikenal sebagai Festival City dengan banyak kegiatan yang dapat diikuti mahasiswa sebagai relawan.
University of Adelaide menempati peringkat 82 dunia versi QS dan peringkat 133 menurut Times Higher Education. Universitas ini juga memiliki fasilitas unggulan seperti IRESS Trading Room dan lembaga riset pemasaran Ehrenberg-Bass Institute. Adelaide menawarkan kurikulum yang dirancang bersama akademisi dan praktisi industri, termasuk common course yang wajib diikuti mahasiswa sarjana setiap tahun.
Universitas ini menyediakan beasiswa 15%, 25%, hingga 50%, dengan syarat minimal GPA 3,3 dan seleksi esai untuk beasiswa 50%. Pendaftaran bagi mahasiswa internasional dijadwalkan pada April hingga Juni 2026. Menariknya, mahasiswa Indonesia juga dapat bergabung dengan PPIA (Perkumpulan Pelajar Indonesia di Adelaide) untuk berbagai kegiatan orientasi dan sosial.
Selanjutnya Relationship and Conversion Manager UNSW Business School, Yulita Tjahjono, menjelaskan bahwa UNSW menempati peringkat 20 dunia dan menjadi universitas nomor dua di Australia dengan 38.500 mahasiswa internasional dari 140 negara. UNSW juga tercatat sebagai universitas dengan lulusan paling mudah mendapat pekerjaan selama enam tahun berturut-turut.
Kurikulum UNSW berorientasi pada hasil karier melalui proyek industri, internship, mentoring, networking, hingga Global Business Practicum. Setiap tahun, sekitar 39 mahasiswa Business School mengikuti program magang di perusahaan mitra.
UNSW menerapkan pembelajaran melalui Integrated First Year Work, Integrated Learning, dan myBCom Platform, termasuk mata kuliah wajib berbasis kerja (Work Integrated Learning) yang menekankan pengalaman profesional sejak masa studi.
Emmy Amalia selaku Country Manager Indonesia, University of Melbourne memaparkan bahwa universitas tersebut peringkat 1 di Australia dan peringkat 19 dunia menerapkan proses seleksi yang ketat untuk mahasiswa. Universitas tertua kedua di Australia ini menawarkan sembilan program bachelor dengan lebih dari 100 major,serta memiliki 53.000 mahasiswa, yang mana 40 persen dari jumlah mahasiswa tersebut adalah mahasiswa internasional.
Tidak semua major dapat diambil, seperti Actuarial Studies dan Business Analytics, karena belum memiliki padanan kurikulum. Universitas menyediakan layanan mahasiswa dan pusat karier untuk mendukung kebutuhan akademik maupun personal, serta sistem nilai yang menempatkan H1 (80–100) sebagai peringkat tertinggi dan N (0–49) sebagai nilai tidak lulus.
Acara ditutup dengan Closing Remarks oleh Wakil Ketua Program KKI FEB UI Lisa Listiana, Ph.D., Wakil Ketua KKI FEB UI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh universitas mitra atas partisipasi aktif mereka serta menegaskan bahwa Partner Fair merupakan platform strategis bagi mahasiswa dan orang tua untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya sekaligus merencanakan perjalanan akademik internasional secara lebih matang.
Dengan pemaparan langsung dari universitas terkemuka tersebut, diharapkan mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih tepat sekaligus termotivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi. Sekaligus, menegaskan komitmen KKI FEB UI untuk terus menghadirkan pengalaman internasional bagi mahasiswa dan memperluas jejaring akademik global demi kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing internasional.

