Promosi Doktor PPIM FEB UI, Muhammad Aulia Kaji Determinan Minat Investasi Obligasi Pemerintah Berbasis ESG
Rifdah – Komunikasi FEB UI
Depok, 5 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Muhammad Aulia, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Senin (5/1).
Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra dengan pembimbing Prof. Sri Rahayu Hijrah Hati, Ph.D. (Promotor), Gita Gayatri, Ph.D. (Ko-Promotor 1), dan Prof. Dr. Adi Zakaria Afiff (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Prof. Dr. Cynthia Afriani (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Dr. Ignatius Heruwasto, Imam Salehudin, Ph.D., Dr. Triana Rahajeng Hadiprawoto, dan Dr. Whony Rofianto.
Muhammad Aulia mengangkat disertasi berjudul ‘Determinants of Intention to Invest in ESG-Themed Government Bonds: The Moderating Role of Investors’ Personality and Ethical Consumption Behavior’ pada sidang terbuka ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengacu pada model pengambilan keputusan etis Hunt-Vitell Hunt–Vitell (H-V Model). Studi ini mengkaji bagaimana pertimbangan etis, yang meliputi ethical sensitivity, perceived utilitarian value sebagai refleksi motif egoistik, serta social investing efficacy sebagai proksi orientasi kesejahteraan prososial, memengaruhi penilaian etis dan keputusan investor ritel Indonesia dalam berinvestasi pada obligasi pemerintah berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Data penelitian diperoleh dari 554 investor ritel Indonesia dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor anteseden tersebut secara signifikan memprediksi penilaian etis investor dan kesediaan mereka untuk berinvestasi. Perceived utilitarian value terbukti memengaruhi penilaian etis dan secara kuat memprediksi kemauan berinvestasi, yang menunjukkan kecenderungan ethical egoism.
Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara sikap dan niat. Penilaian etis yang positif tidak secara signifikan mendorong kesediaan investor untuk menerima imbal hasil yang lebih rendah. Sebaliknya, social investing efficacy secara kuat memprediksi kesiapan investor untuk melakukan pengorbanan finansial tersebut.
Selain itu, general personality factors dan ethical consumption behavior memperkuat hubungan antara penilaian etis dan kesiapan menerima potensi imbal hasil yang lebih rendah.
Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian etika konsumen dan konsumsi berkelanjutan dengan memperluas penerapan H-V Model pada konteks investor ritel, serta mengintegrasikan faktor kepribadian dan perilaku konsumsi etis sebagai variabel moderasi dalam pengambilan keputusan investasi.
Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Muhammad Aulia lulus dengan predikat Cum Laude dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-353 Program Pascasarjana Ilmu Manajemen. Selamat kepada Dr. Muhammad Aulia!

