Promosi Doktor PPIA FEB UI, Sarlina Sari Uji Hubungan Islamic Religiosity CEO dan CFO dengan Manajemen Laba, Peran Keahlian, dan Governansi Korporat
Rifdah – Komunikasi FEB UI
Depok, 6 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi (PPIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Sarlina Sari, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Selasa (6/1).
Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Yulianti Abbas, S.E., M.S.M., Ph.D. dengan pembimbing Dr. Dodik Siswantoro (Promotor), Hilda Rossieta, Ph.D. (Ko-Promotor 1), dan Nureni Wijayati, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Prof. Dr. Ratna Wardhani (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, Rahmatina Awaliah Kasri, Ph.D., Dr. Evony Silvino Violita, dan Dr. Sugiyarti Fatma Laela.
Sarlina Sari mengangkat disertasi berjudul ‘Hubungan Islamic Religiosity Chief Executive Officer dan Chief Financial Officer dengan Manajemen Laba serta Peran Keahlian dan Governansi Korporat sebagai Variabel Moderasi’ pada sidang terbuka ini.
Penelitian Promovenda Sarlina menggunakan sebanyak 92 observasi perusahaan publik di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia, untuk menguji bagaimana religiusitas seorang CEO dan/atau CFO berhubungan dengan praktik manajemen laba. Selain itu, penelitian pun menelaah peran keahlian CEO dan/atau CFO dan mekanisme governansi korporat berperan dalam memoderasi hubungan tersebut.
Indikator pengukuran manajemen laba menggunakan model discresionary revenue, dan Islamic religiosity. Keahlian akuntansi dan/atau keuangan diukur dengan latar belakang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan bidang akuntansi dan/atau keuangan yang dimiliki CEO dan/atau CFO. Sementara itu, mekanisme governansi korporat menggunakan ukuran dewan komisaris, proporsi komisaris independen, dan frekuensi rapat komite audit. Regresi linier digunakan untuk menguji seluruh hipotesis.
Promovenda Sarlina mengungkapkan, “Hasil penelitian ini menunjukkan Islamic religiosity CEO dan/atau CFO tidak berhubungan dengan manajemen laba yang lebih rendah. Namun, Islamic religiosity CEO dan/atau CFO berhubungan negatif dengan manajemen laba jika diinteraksikan dengan keahlian dan mekanisme governansi korporat. Selanjutnya, keahlian akuntansi dan/atau keuangan memperlemah hubungan negatif Islamic religiosity CEO dan/atau CFO dengan manajemen laba.”
Selain itu, penelitian menemukan, pengawasan dari dewan komisaris yang besar dapat memperlemah hubungan negatif Islamic religiosity CEO dan/atau CFO dan manajemen laba. Sedangkan proporsi komisaris independen dan frekuensi rapat komite audit tidak memoderasi hubungan Islamic religiosity CEO dan/atau CFO dan manajemen laba.
“Hasil pengujian tambahan membuktikan, pengukuran manajemen laba menggunakan model discresionary revenue lebih baik dibandingkan dengan model discresionary accrual,” ujarnya.
Penelitian ini memberikan bukti yang dapat berguna bagi regulator, khususnya di negara dengan populasi Muslim yang besar. Penelitian ini yang pertama menunjukkan bahwa kolaborasi Islamic religiosity, keahlian, dan governansi korporat dapat memengaruhi praktik manajemen laba. Penelitian ini juga yang pertama mengukur Islamic religiosity di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menggunakan data primer yang diperoleh melalui survei.
Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Sarlina Sari lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-100 Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi. Selamat kepada Dr. Sarlina Sari!

