Promosi Doktor PPIA FEB UI, Ali Riza Fahlevi Tinjau Pengaruh Kepemilikan Keluarga dan Pemerintah terhadap Kinerja Perusahaan Pasca-Merger dan Akuisisi

Promosi Doktor PPIA FEB UI, Ali Riza Fahlevi Tinjau Pengaruh Kepemilikan Keluarga dan Pemerintah terhadap Kinerja Perusahaan Pasca-Merger dan Akuisisi

 

Rifdah – Komunikasi FEB UI

Depok, 8 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi (PPIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Ali Riza Fahlevi, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Kamis (8/1).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Yulianti Abbas, Ph.D. dengan pembimbing Prof. Dr. Budi Frensidy (Promotor), Dr. Ancella Anitawati Hermawan (Ko-Promotor 1), dan Prof. Dr. Aria Farah Mita (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Prof. Sidharta Utama, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Prof. Dr. Djoni Hartono, Elvia Shauqi, Ph.D., Sabbam Hutajulu, Ph.D., dan Dr. Gede Harja Sasmita.

Ali Riza Fahlevi mengangkat disertasi berjudul ‘Pengaruh Kepemilikan Keluarga dan Pemerintah terhadap Kinerja Perusahaan Pasca-Merger dan Akuisisi (M&A): Peran Moderasi Konservatisme Akuntansi dan Sumber Pembiayaan’ pada sidang terbuka ini.

Selama tiga dekade terakhir, aktivitas M&A kian berkembang sebagai sebuah strategi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Institute of Merger and Acquisition and Alliance (IMMA) pada 2024 mencatat bahwa lebih dari 40.000 perusahaan terlibat dalam aksi korporasi ini. 

Meskipun demikian, setidaknya terdapat sebuah kenyataan bahwa tingkat kegagalan perusahaan dalam mencapai kinerja optimal pasca M&A berkisar di antara 70% hingga 80%. Dalam strategi ini, kompleksitas hingga karakteristik perusahaan dianggap sebagai penyebab utama tingginya tingkat kegagalan perusahaan atas M&A yang dilakukan. 

Oleh karena itu, Promovendus Ali berupaya memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kepemilikan keluarga dan kepemilikan pemerintah terhadap kinerja perusahaan setelah M&A. Sampel terdiri dari tiga ratus lima puluh lima transaksi M&A perusahaan publik di Indonesia Malaysia dan Singapura selama periode dua ribu hingga dua ribu sembilan belas. 

Dalam temuannya, ia menjelaskan, “Kepemilikan keluarga berpengaruh positif terhadap kinerja pasca M&A. Dalam konteks perusahaan keluarga, kedua kerangka tersebut menunjukkan bahwa pemilik keluarga memiliki orientasi jangka panjang, tingkat keterlibatan pengawasan yang lebih tinggi, serta komitmen kuat dalam menjaga reputasi lintas generasi.”

Karakteristik tersebut menciptakan mekanisme disiplin internal yang memperkuat kualitas pengambilan keputusan strategis dan meningkatkan efektivitas proses integrasi pasca-transaksi. 

Sebaliknya, kepemilikan pemerintah menunjukkan dampak negatif terhadap kinerja pasca M&A yang mencerminkan tujuan yang tidak selalu berorientasi pada profitabilitas serta keterbatasan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan strategis. 

“Penelitian ini juga menemukan, konservatisme akuntansi sebagai mekanisme kehati-hatian dalam pelaporan mampu memperkuat efek positif kepemilikan keluarga dan mengurangi dampak negatif kepemilikan pemerintah melalui peningkatan disiplin manajerial dan kualitas informasi selama proses integrasi,” paparnya.

Hasil penelitian konsisten melalui beragam pengujian robustnes termasuk alternatif ukuran kinerja dan pengendalian endogenitas. Secara teoritis penelitian ini memperluas pemahaman mengenai interaksi antara struktur kepemilikan mekanisme pelaporan kehati-hatian dan keberhasilan integrasi M&A di pasar berkembang. Secara praktis, penelitian menegaskan, keberhasilan M&A sangat dipengaruhi oleh tata kelola serta kualitas informasi keuangan yang selaras dengan karakteristik kepemilikan dan strategi pendanaan perusahaan.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Ali Riza Fahlevi lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-102 Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi. Selamat kepada Dr. Ali Riza Fahlevi!