Promosi Doktor PPIA FEB UI, Sulaeman Analisis Hubungan Tata Kelola Pengadaan, Efektivitas APIP, dan Tekanan Ekonomi Politik Terhadap Fraud Pengadaan Barang/Jasa di Pemerintahan Pusat Indonesia
Rifdah – Komunikasi FEB UI
Depok, 9 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Sulaeman, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Jumat (9/1).
Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Desi Adhariani, Ph.D. dengan pembimbing Dr. Dwi Martani (Promotor), Prof. Dyah Setyaningrum (Ko-Promotor 1), dan Prof. Akhmad Syakhroza, Ph.D. (Ko-Promotor 1). Selaku tim penguji, Prof. Dr. Ratna Wardhani (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Dr. Vera Diyanty, Yulianti, Ph.D., Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, dan Dr. Dwi Setiawan Susanto.
Sulaeman mengangkat disertasi berjudul ‘Analisis Hubungan Tata Kelola Pengadaan, Efektivitas APIP, dan Tekanan Ekonomi Politik Terhadap Fraud Pengadaan Barang/Jasa di Pemerintahan Pusat Indonesia’ pada sidang terbuka ini.
Melalui penelitiannya, Promovendus Sulaeman membahas isu fraud atau tindakan kecurangan dalam pengadaan pemerintah. Permasalahan ini dalam beberapa dekade terakhir telah menarik perhatian dalam bidang audit dan pengawasan pengadaan barang/jasa pemerintah.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan reformasi pengadaan sebanyak tiga kali, yaitu pada periode 2003–2010, 2010–2018, dan 2018 hingga saat ini, dengan titik tekan pada penguatan tata kelola pengadaan serta peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).
Oleh karena itu, studi ini bertujuan menganalisis hubungan antara tata kelola pengadaan, efektivitas APIP, tekanan ekonomi politik, dan fraud pengadaan pemerintah dari berbagai perspektif. Penelitian difokuskan pada pemerintahan pusat, khususnya dua kementerian dan lembaga yang menangani bidang sumber daya alam dan teknologi tinggi.
Promovendus Sulaeman menggunakan metode campuran dengan desain sequential explanatory, yang terdiri atas dua tahap penelitian. Tahap pertama adalah penelitian kuantitatif dengan data dari 128 responden. Kemudian, tahap kedua adalah penelitian kualitatif dengan melibatkan 9 informan, 14 laporan probity, serta 132 responden.
Promovendus Sulaeman mengungkapkan, “Melalui analisis regresi linear berganda terhadap data kuantitatif yang diolah menggunakan aplikasi SPSS versi 25, penelitian menemukan bahwa tata kelola pengadaan berhubungan negatif dengan fraud pengadaan, efektivitas APIP juga berhubungan negatif dengan fraud pengadaan, sedangkan tekanan ekonomi politik berhubungan positif dengan fraud pengadaan.”
“Hasil analisis regresi moderasi menunjukkan, efektivitas APIP melemahkan hubungan antara tata kelola pengadaan dan fraud pengadaan, sedangkan tekanan ekonomi politik tidak berperan signifikan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut,” imbuhnya.
Tak hanya kuantitatif, penelitian diperkuat oleh analisis kualitatif yang mengidentifikasi enam kelemahan utama dalam sistem pengadaan pemerintah, yaitu regulasi atau standar, hubungan antara pelaku pengadaan dan pengawas pengadaan, modernisasi sistem pengadaan, tata kelola pengadaan, pengawasan internal, serta pengawasan nasional.
Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Sulaeman lulus dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-103 Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi. Selamat kepada Dr. Sulaeman!

