Promosi Doktor PPIM FEB UI, Dyah Suskandari Kaji Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Orkestrasi Sumber Daya dan Pembangunan Tata Kelola Kolaboratif
Nabila – Komunikasi FEB UI
Depok, 9 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Dyah Suskandari, yang berlangsung di Auditorium Departemen Manajemen, Jumat (9/1).
Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra, dengan pembimbing Avanti Fontana, Ph.D. (Promotor), Dr. Elok Savitri Pusparini (Ko-Promotor). Selaku tim penguji Ratih Dyah Kusumastuti, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji Prof. Benedictus Raksaka Mahi, Ph.D., Gita Gayatri, Ph.D., dan Riani Rachmawati, Ph.D.
Dyah Suskandari mengangkat disertasi yang berjudul ‘The Role of Transformational Leadership in Orchestrating Resources and Building Collaborative Governance to Enhance Innovation Performance in Public Service’ pada sidang terbuka ini.
Penelitian Promovenda Dyah menggunakan sequential mixed-methods design, yang terdiri atas tiga fase. Fase eksploratori kualitatif awal dilakukan untuk mengidentifikasi secara induktif perilaku kepemimpinan dan praktik orkestrasi lintas institusi. Fase kuantitatif selanjutnya menggunakan metode PLS-SEM pada 103 Mall Pelayanan Publik Daerah untuk menguji jalur struktural. Fase terakhir berupa eksplanatori kualitatif yang bertujuan mengkontekstualisasikan hasil statistik.
Studi yang dilakukan menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional meningkatkan kinerja inovasi pada dimensi internal, teknis, diseminasi, sosial, lingkungan, dan ekonomi. Hal tersebut dilihat melalui tiga mekanisme yang saling terkait, yaitu orkestrasi sumber daya strategis, tata kelola kolaboratif relasional, dan jalur berurutan dari kepemimpinan ke orkestrasi sumber daya dan selanjutnya ke kolaborasi, yang menjadi pola paling konsisten di berbagai wilayah.
Promovenda Dyah mengatakan, “Daerah dengan kapasitas tinggi mampu mengaktifkan berbagai mekanisme secara bersamaan. Namun sebaliknya, daerah yang kurang berkembang cenderung bergantung pada penguatan sistem sumber daya dasar sebelum kolaborasi dapat berjalan secara efektif.”
Studi ini memberikan kontribusi teoretis dengan memposisikan tata kelola kolaboratif sebagai pusat teoritis inovasi yang dimungkinkan oleh kepemimpinan transformasional melalui orkestrasi sumber daya.
Selain itu, menekankan pentingnya institusionalisasi kompetensi kepemimpinan, formalisasi pengaturan berbagi sumber daya, penguatan peran boundary-spanning, serta pengaruh budaya lokal dalam membanvun legitimasi, kepercayaan, dan keselarasan antar pihak institusional.
Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Dyah Suskandari lulus dengan predikat Summa Cum Laude dan berhasil meraih gelar doktor yang ke-356 Program Pascasarjana Ilmu Manajemen. Selamat kepada Dr. Dyah Suskandari!

