Promosi Doktor PPIM FEB UI, Fanny Rahmadhitya Bahas Model Ekosistem Inovasi untuk Mencapai Keberlanjutan Dalam Pengembangan Biohidrokarbon Sawit di Indonesia

Promosi Doktor PPIM FEB UI, Fanny Rahmadhitya Bahas Model Ekosistem Inovasi untuk Mencapai Keberlanjutan Dalam Pengembangan Biohidrokarbon Sawit di Indonesia

 

Nabila – Komunikasi FEB UI

Depok, 12 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, menyelenggarakan sidang terbuka promosi Doktor Fanny Rahmadhitya yang berlangsung di Gedung Pascasarjana FEB UI, Senin (12/1). 

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Cynthia Afriani, dengan pembimbing Avanti Fontana Ph.D. (Promotor), Dr. Ignatius Heruwasto (Ko-Promotor). Selaku tim penguji Prof. Budi W. Soetjipto, DBA., (Ketua Penguji), Prof. Dr. Subagjo, Riani Rachmawati, Ph.D., Athor Subroto, Ph.D., dan Ratih Dyah Kusumastuti, Ph.D.

Fanny Rahmadhitya mengangkat disertasi yang berjudul ‘Model Ekosistem Inovasi Untuk Mencapai Keberlanjutan Dalam Pengembangan Biohidrokarbon Sawit di Indonesia’ pada sidang terbuka ini.

Penelitian Promovendus Fanny menempatkan pengembangan biohidrokarbon berbasis kelapa sawit di Indonesia sebagai konteks empiris penting untuk membahas keberlanjutan melalui penguatan ekosistem inovasi, bukan semata-mata melalui kemajuan teknologi. 

Teknologi biohidrokarbon sawit telah mencapai tahap uji coba, pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan struktural. Hambatan tersebut tercermin dalam kegagalan koordinasi sistemik, fragmentasi interaksi antar aktor, kesenjangan antara riset dan praktik, serta ketidakseimbangan dalam penciptaan dan distribusi nilai.

“Dengan merumuskan model ekosistem inovasi untuk mencapai keberlanjutan pengembangan biohidrokarbon sawit di Indonesia, kerangka quadruple helix digunakan dengan penekanan khusus pada peran innovation intermediaries sebagai mekanisme orkestrasi kelembagaan,” jelasnya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode constructivist grounded theory, yang dilengkapi dengan systematic literature review (SLR) dalam cakupan terbatas untuk mensintesis literatur yang ada dan mengidentifikasi kesenjangan penelitian. Data empiris diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua belas aktor kunci dari empat heliks serta analisis dokumen kebijakan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan pengembangan biohidrokarbon sawit bergantung pada orkestrasi kolaborasi lintas heliks, dengan community helix sebagai titik fokus ekosistem inovasi. Community helix berperan penting dalam penciptaan nilai keberlanjutan, namun juga merupakan pihak yang paling terdampak oleh ketimpangan distribusi nilai.

Studi ini mengajukan tiga proposisi utama. Pertama, efektivitas ekosistem inovasi meningkat ketika community helix menjadi pusat value co-creation, value delivery, dan value capture. Kedua, kolaborasi lintas-heliks memerlukan mekanisme orkestrasi kolektif untuk mengatasi fragmentasi dan ketidakselarasan visi. Ketiga, innovation intermediaries berfungsi sebagai orkestrator yang menyelaraskan kepentingan pemerintah, industri, universitas, dan masyarakat melalui fasilitasi kolaborasi, aliran pengetahuan, implementasi inovasi, serta pendanaan lintas-heliks.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Fanny Rahmadhitya lulus dengan predikat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-357 Program Pascasarjana Ilmu Manajemen. Selamat kepada Dr. Fanny Rahmadhitya!