UKM Center FEB UI Dorong Transformasi UMKM Menuju Ekonomi Hijau

UKM Center FEB UI Dorong Transformasi UMKM Menuju Ekonomi Hijau

 

Depok, 30 Januari 2026 – UKM Center FEB UI menyelenggarakan kegiatan Bedah UKM dan Workshop bertema ‘Jalan UMKM Menuju Ekonomi Hijau: Pembiayaan, Inovasi, dan Penguatan Kapasitas sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi’, guna mendorong percepatan transformasi UMKM menuju ekonomi hijau melalui penguatan kapasitas, inovasi, dan pembiayaan inklusif yang berlangsung di Mini Auditorium Departemen Manajemen FEB UI, pada Jumat (30/1).

Kegiatan ini didukung oleh Credit Bureau Indonesia sebagai sponsor dan mempertemukan pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, serta pelaku usaha dalam satu forum dialog.

Pada sesi Bedah UKM, Nurul Qomariyah, S.Sos., M.Si., Plt. Sekretaris Badan PPSDMP Kementerian Pertanian, memaparkan arah kebijakan pertanian berkelanjutan dan peran UMKM pertanian dalam mendukung ekonomi hijau serta ketahanan pangan nasional. Ia menekankan bahwa transformasi sektor pertanian perlu didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan tata kelola, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Program Brigade Pangan disampaikan sebagai salah satu upaya melibatkan generasi muda untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.

Selanjutnya, Sylvia Diah Ayu, S.T., M.I.L., Pembina Industri dari Kementerian Perindustrian Pusat Industri Hijau, menjelaskan kebijakan industri hijau sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM. Ia menyoroti pentingnya efisiensi energi, air, dan bahan baku untuk menekan biaya produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Kementerian Perindustrian mendorong UMKM mengadopsi Standar Industri Hijau, mengikuti pendampingan teknis, serta memanfaatkan sertifikasi industri hijau sebagai akses insentif pasar, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dukungan pembiayaan dibahas oleh Credit Bureau Indonesia melalui SME Bureau yang disampaikan oleh Tiffany Octaviana, BBSA., MM., MBA. Ia menjelaskan peran CBI sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan dalam membantu UMKM membangun profil usaha dan reputasi kredit. Pemanfaatan data alternatif seperti transaksi digital, QRIS, dan e-commerce dinilai dapat meningkatkan kelayakan pembiayaan UMKM yang belum memiliki riwayat kredit formal. “Profil usaha yang transparan membuka peluang pembiayaan yang lebih luas,” jelas Tiffany. Pendekatan ini diharapkan memperluas inklusi keuangan, termasuk bagi UMKM yang tengah bertransformasi menuju praktik hijau.

Rizkia A. Primaputri, M.Sc., Peneliti UKM Center FEB UI, menekankan pentingnya riset dan pendampingan sebagai fondasi implementasi UMKM hijau. Ia menjelaskan pendekatan bertahap yang dimulai dari asesmen kesiapan usaha, pelatihan, pendampingan, hingga monitoring. Melalui contoh praktik ekonomi sirkular, ia menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi apabila didukung inovasi dan peningkatan kapasitas usaha. “Transformasi UMKM hijau perlu proses yang terukur dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Perspektif praktisi disampaikan oleh Revata Silaparamita, S.I.Kom., CEO dan Founder BIDESH. Ia membagikan pengalaman mengembangkan usaha berbasis pengolahan limbah dan ekonomi sirkular. Menurutnya, ekonomi hijau dapat diterapkan secara nyata dan memberikan nilai ekonomi jika terintegrasi dalam model bisnis UMKM. Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi dengan komunitas dan mitra strategis.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop yang terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, Dr. Muhammad Faisal, Senior Training Associate UKM Center FEB UI memfasilitasi bedah usaha UMKM dalam perspektif ekonomi hijau. Ia menekankan bahwa praktik ramah lingkungan seperti efisiensi energi dan pengelolaan limbah dapat menekan biaya operasional dan memperkuat daya saing usaha.

Pada sesi kedua, Nada Serpina, S.E., Research Associate Manager Indonesia Financial Group, membahas akses pembiayaan dan inovasi praktis, termasuk peran asuransi sebagai instrumen pengelolaan risiko untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan UMKM hijau.

Melalui rangkaian Bedah UKM dan Workshop ini, UKM Center FEB UI menegaskan perannya sebagai pusat riset dan pendampingan UMKM yang menjembatani kebijakan nasional dengan praktik usaha di lapangan. Peran tersebut diwujudkan melalui riset terapan, pendampingan berkelanjutan, perluasan akses pembiayaan yang inklusif, serta penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha untuk mempercepat transformasi UMKM menuju ekonomi hijau.