Asah Potensi Kandidat Mahasiswa Berprestasi, Kemahasiswaan FEB UI Selenggarakan School of MAPRES
Rayya – Komunikasi FEB UI
Depok, 5 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menggelar workshop bertajuk ‘School of MAPRES’ yang diselenggarakan untuk mempersiapkan calon mahasiswa berprestasi, baik di tingkat Universitas Indonesia maupun tingkat nasional. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Mini Departemen Manajemen, pada Kamis (5/2).
Kegiatan School of MAPRES menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Sesi pembuka diisi oleh I Gede Sthitaprajna Virananda, Alumni FEB UI Angkatan 2019 sekaligus Peraih Gelar Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) 2019. Ia membagikan pengalaman serta motivasi kepada para calon kandidat MAPRES FEB UI yang akan mengikuti pemilihan MAPRES 2026.
Selain itu, Jana juga memberikan saran terkait penyusunan Curriculum Vitae (CV) serta tips dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Adapun topik KTI yang dipaparkan meliputi perbaikan kebijakan atau program pemerintah, pengembangan produk teknologi atau kesehatan, aplikasi atau situs platform, serta sistem atau gerakan sosial.
Selanjutnya, Niken Adriyanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog., selaku Dosen sekaligus Konsultan Lembaga Manajemen serta Psikolog Industri dan Organisasi memberikan pembekalan kepada calon kandidat MAPRES 2026. Niken memaparkan teori Johari Window serta konsep pengembangan diri yang mencakup kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan daya juang (AQ).
Lebih lanjut, melalui pemaparan teori Johari Window, ia menekankan pentingnya memperluas area open sebagai salah satu strategi dalam proses seleksi MAPRES 2026 agar peserta lebih terbuka dalam menyampaikan potensi diri. Selain itu, Niken juga memaparkan materi mengenai Keyword Process Flow yang meliputi, administrasi, kepribadian, serta kemampuan bahasa Inggris.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Prof. drg. Risqa Rina Darwita, Ph.D., selaku Guru Besar sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), Dra. Sitaresmi Ismangil, M.Sc., selaku Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), dan Rezi Riadhi Syahdi, M.Farm., D.Sc. selaku Dosen Fakultas Farmasi dan Direktur Kesejahteraan Kampus Universitas Indonesia, yang telah berpengalaman sebagai juri Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) di tingkat Universitas Indonesia.
Dengan pengalaman tersebut, pembekalan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berbasis praktik dan standar penilaian yang digunakan dalam proses seleksi MAPRES di lingkungan UI
Sejalan dengan hal tersebut, dalam pemaparannya berjudul ‘General Guidelines Pilmapres Mengenai Aspek Bahasa Indonesia’, Prof. Rizqa menekankan bahwa karya ilmiah harus disusun secara sistematis, mulai dari pendahuluan hingga kesimpulan, dengan alur logika yang konsisten serta penggunaan bahasa baku sesuai kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Prof. Rizqa menjelaskan, “Pentingnya ketepatan istilah sesuai bidang studi, sitasi yang valid, analisis yang mendalam, serta penyajian tabel dan gambar yang efektif, disertai penerapan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan gaya sitasi yang disesuaikan dengan bidang keilmuan, seperti APA, MLA, atau Chicago.”
Kemudian proses seleksi MAPRES 2026 juga menuntut kemampuan bahasa Inggris yang baik. Sitaresmi menjelaskan kemampuan bahasa Inggris para calon kandidat MAPRES 2026 akan dinilai berdasarkan grammar, kefasihan dalam berbicara, dan kejelasan pengucapan.
Melalui sesi ini, para calon kandidat MAPRES 2026 diharapkan mampu mempersiapkan bukan hanya mengenai penulisan KTI dan penyusunan CV, namun bahasa inggris yang bisa dilafalkan kepada para juri di pemilihan MAPRES 2026.
Selanjutnya, kegiatan diakhiri dengan sesi pembahasan mengenai capaian unggulan (CU). Rezi menekankan urgensi pada tiga poin utama di dalam capaian unggulan yakni proporsi bobot, proses yang tidak bersifat instan, dan menunjukan spesialisasi diri. Ia juga memaparkan tujuh kelompok utama bidang capaian unggulan yakni kompetisi, pengakuan, penghargaan, karir organisasi, hasil karya, pemberdayaan, kewirausahaan.
“Aspek yang menjadi perhatian dewan juri seperti kelengkapan dan keruntutan dokumen yang dikumpulkan, menyanggah pendapat juri yang tidak terlalu memaksakan pendapat diri sendiri, serta penguasaan materi yang ditulis oleh para peserta calon kandidat MAPRES 2026,” jelasnya.
Harapannya, pembekalan School of MAPRES ini dapat membekali calon kandidat mahasiswa berprestasi sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dari aspek keilmuan hingga pengembangan diri secara optimal.

