Harumkan Nama UI, Triza Mudita Raih Penghargaan Best Paper Asia Marketing Journal
Rayya – Komunikasi FEB UI
Seoul, 4 Februari 2026 – Dosen sekaligus Kepala Kantor Komunikasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Triza Mudita, S.E., M.S.M., Ph.D. memperoleh prestasi membanggakan dengan meraih Asia Marketing Journal (AMJ) Best Paper Award dalam kegiatan “Doctoral Consortium and KMA Award Ceremony” yang diselenggarakan oleh Korean Marketing Association (KMA) di Ewha Womans University, pada Rabu (4/2).
Kegiatan ini merupakan forum akademik yang mempertemukan para mahasiswa doktoral, peneliti, dan profesor di bidang pemasaran untuk memperkuat kapasitas riset serta jejaring akademik. Dalam penelitiannya yang bertajuk “Effects of the Preannouncement of Donation Expenditure on the Evaluation of Charitable Organizations and Overhead Aversion” yang dipublikasikan di Asia Marketing Journal (AMJ) Volume 26 Issue 4, Triza berfokus pada pengaruh transparansi awal terkait alokasi dana donasi terhadap evaluasi publik pada organisasi amal, khususnya dalam konteks fenomena overhead aversion. Hasil riset menunjukkan bahwa keterbukaan informasi sejak awal mampu meningkatkan persepsi dampak program sekaligus mendorong niat berdonasi. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi nirlaba dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan membangun kepercayaan publik.
Penelitian tersebut tidak terlepas dari bimbingan profesor di Korea University, Dr. Kwanho Suk. Triza mengungkapkan, “Saya juga mengapresiasi kolaborasi dan bimbingan Dr. Kwanho Suk dalam penelitian ini. Diskusi serta proses penulisan akademik bersama beliau sangat berperan dalam mempertajam kontribusi teoritis dan empiris paper ini hingga akhirnya memperoleh penghargaan Best Paper Award.”
Lebih lanjut, Triza mengungkapkan bahwa terdapat temuan menarik dalam penelitiannya terkait dampak sederhana dari strategi komunikasi. “Yang cukup mengejutkan bagi saya adalah temuan bahwa cara komunikasi yang sangat sederhana, seperti bagaimana pengeluaran donasi diumumkan di awal, dapat secara signifikan memengaruhi evaluasi terhadap organisasi dan mendorong niat berdonasi yang lebih besar. Artinya, bukan hanya ajakan konvensional yang mampu menggerakkan niat donasi, tetapi juga transparansi informasi yang sederhana dapat membentuk persepsi, kepercayaan, dan keputusan seseorang untuk berdonasi,” ujarnya.
Keterlibatan Triza sebagai penulis yang berafiliasi dengan Universitas Indonesia, juga memberikan dampak institusional, secara khusus bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Ia berharap capaian tersebut dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan luaran publikasi internasional, sekaligus memperkuat visibilitas akademik UI dan FEB UI di tingkat global. Secara pribadi, Triza berharap agar terus berperan aktif dalam mendorong semangat rekan-rekan peneliti, khususnya di lingkungan FEB UI, agar konsisten menghasilkan dan mempublikasikan penelitian di jurnal internasional bereputasi seperti Scopus.
Selanjutnya, Triza mengungkapkan peluang kolaborasi dari kegiatan tersebut masih terbuka bagi mahasiswa asing atau alumni yang pernah menempuh studi di Korea. Namun, pengalaman ini juga menunjukkan bahwa peneliti asing yang berkolaborasi dengan institusi di Korea tetap mendapatkan apresiasi yang setara. Hal ini juga dapat dibuktikan dari pengalaman menarik yang Triza rasakan selama acara tersebut.
“Saya merasa sangat dihargai dan bangga karena pada kesempatan tersebut saya menjadi satu-satunya alumni internasional dari Korea University yang menerima penghargaan dari Korean Marketing Association (KMA). Momen tersebut terasa spesial karena menunjukkan bahwa kontribusi akademik lintas negara dapat diapresiasi secara setara dalam komunitas ilmiah di Korea,” sebut Triza.
Selain itu, Triza juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menghasilkan penelitian, yakni dengan berfokus pada topik yang benar-benar dikuasai serta menargetkan jurnal bereputasi sejak awal proses penulisan. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap masukan dari rekan sejawat maupun reviewer, mengingat proses revisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

