Raih Grand Finalist UBC Sauder Capital Market Challenge 2026, Mahasiswa UI Buktikan Daya Saing di Kancah Internasional
Rayya – Kantor Komunikasi
Vancouver, 30 Januari 2026 – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali memberikan kebanggaan terhadap almamaternya di kancah internasional dalam kegiatan Sauder Capital Market Challenge (SCMC) sebagai Grand Finalist, yang dilaksanakan di CIBC Building dan Marriott Pinnacle, pada 28-30 Januari.
UBC SCMC adalah kompetisi finance case bergengsi yang diselenggarakan oleh mahasiswa Commerce di UBC Sauder School of Business. Kompetisi ini menghadirkan tantangan yang beragam dan komprehensif di bidang pasar modal dan corporate finance dengan standar global. Dalam pelaksanaanya, seluruh peserta dituntut untuk menyelesaikan dua studi kasus sekaligus, yaitu Equity Research dan Mergers & Acquisitions (M&A), yang menguji analisis, ketepatan strategi, serta kemampuan pengambilan keputusan berbasis data secara mendalam.
Menghadapi tantangan tersebut, tim ‘Forbes30Under30’ sebagai perwakilan mahasiswa Universitas Indonesia tampil dengan solid dan kolaboratif. Tim ini terdiri dari, Muhammad Rizky Narindra (Ilmu Ekonomi 2024), Nabil Sachio Refat (Ilmu Ekonomi 2024), Satya Damba Pramudita (Ilmu Ekonomi 2024) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), serta Aqila Muhammad Taqy (Ilmu Aktuaria 2024) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).
Atmosfer kompetisi berlangsung sangat kompetitif yang dibuktikan dengan partisipasi mahasiswa dari berbagai universitas ternama, seperti University of California, Los Angeles (UCLA), University of Texas at Austin, Boston University, University of Queensland, serta tuan rumah University of British Columbia (UBC). Sejumlah peserta bahkan telah memiliki pengalaman magang di institusi finansial global seperti Goldman Sachs, BlackRock, dan JPMorgan Chase. Pamor kompetisi ini semakin kuat dengan hadirnya panelis dan juri dari institusi keuangan kelas dunia, termasuk Executive Director dari JPMorgan, serta perwakilan bank besar Kanada seperti Scotiabank dan CIBC yang turut terlibat dalam proses penilaian.
Selain itu, mengikuti kompetisi ini bukan hanya tentang mengasah kemampuan analisis makroekonomi, dinamika industri, hingga dampaknya terhadap perusahaan, tetapi juga tentang kemampuan menjembatani gagasan dan menyampaikan melalui narasi yang terstruktur dan persuasif. Pengalaman tersebut menegaskan bahwa kualitas analisis perlu disertai dengan strategi komunikasi yang matang.
Selain memperkuat kompetensi teknis, partisipasi dalam UBC SCMC juga membuka ruang jejaring internasional yang luas. Interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara serta profesional industri keuangan memberikan eksposur global yang relevan bagi pengembangan karier di masa depan. Hal ini juga turut disampaikan oleh Satya Damba Pramudita “Hal yang paling aku sadari adalah bagaimana menjembatani ide dan menyampaikannya melalui narasi yang kuat. Sebelum ikut kompetisi ini, aku fokus menjelaskan dari sisi makroekonomi, industri, sampai dampaknya ke perusahaan. Namun, aku belum terlalu memperhatikan bagaimana analisis tersebut dikemas secara strategis. Selain itu, kompetisi ini juga membuka peluang networking yang luas karena pesertanya berasal dari berbagai universitas dunia seperti University of California, Los Angeles, University of Texas at Austin, University of British Columbia, Boston University, dan University of Queensland.” Ungkapnya.
Partisipasi sebagai Grand Finalist dalam ajang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Indonesia mampu menunjukkan kapasitas intelektual dan profesionalisme yang kompetitif di tingkat internasional. Capaian tersebut sekaligus merefleksikan komitmen UI dalam mendorong pengembangan talenta yang adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi dinamika industri keuangan global yang semakin kompleks.

