GNAM Week 2026 Day 4: Mendorong Bisnis Berkelanjutan melalui Biodiversitas, Edukasi Hijau, dan Ekonomi Sirkular

GNAM Week 2026 Day 4: Mendorong Bisnis Berkelanjutan melalui Biodiversitas, Edukasi Hijau, dan Ekonomi Sirkular

 

Aska – Komunikasi FEB UI

JAKARTA, 12 Maret 2026 – Rangkaian kegiatan Global Network for Advanced Management (GNAM) Week 2026 terus berlanjut hingga hari keempat. Mengusung tema “A Path to Net Zero: Business Role in Helping Solve the Global Climate Crisis”, kegiatan ini menghadirkan berbagai diskusi yang menyoroti peran dunia bisnis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pelestarian biodiversitas, penguatan green mindset, serta penerapan ekonomi sirkular. Dilaksanakan di Auditorium Magister Manajemen pada Kamis (12/3).

Pada sesi pertama, Prof. Jatna Supriatna, Ph.D selaku Professor, Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences (Conservation Biology) menyampaikan sebuah materi bertajuk “Safeguarding the Next Generation of Green Businesses by Nurturing Biodiversity” yang di moderatori oleh Dr. Yasmine Nasution, S.E., M.App.Com. membahas pentingnya keanekaragaman hayati (biodiversity) sebagai fondasi penting bagi berbagai sektor ekonomi, mengingat banyak industri bergantung pada ekosistem yang sehat dan stabil.

Prof. Jatna menjelaskan, Indonesia memiliki kekayaan flora dan fauna yang menjadi daya tarik utama bagi sektor pariwisata, khususnya ekowisata. Namun, penurunan nilai ekowisata dapat berdampak pada nilai ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, akademisi serta pelaku ekonomi dan bisnis memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai biodiversitas melalui berbagai upaya seperti konservasi, restorasi, pemanfaatan teknologi, serta pendekatan berbasis sains. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti secara aktif oleh para peserta. Sesi ini kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada Prof. Jatna Supriatna sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam kegiatan GNAM Weeks 2026.

Memasuki sesi kedua yang bertajuk “Fostering the Green Mindset: Education-Based Efforts for a Better Future”, Nyoman Iswara Yoga selaku Kepala Inisiatif Strategis dan ESG Grup APRIL hadir sebagai pembicara dengan moderator Yeshika Alversia, M.Sc., selaku Kepala Departemen Manajemen FEB UI. Dalam sesi ini, Nyoman menyoroti pentingnya membangun green mindset dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keberlanjutan global.

Ia menjelaskan bahwa Asia memiliki peran signifikan dalam dinamika emisi global karena menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus rumah bagi lebih dari separuh populasi dunia. “Banyak perusahaan besar di kawasan ini menghasilkan emisi dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan konsumen,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, perusahaan perlu mengintegrasikan strategi keberlanjutan ke dalam model bisnis, rantai pasok, serta proses operasionalnya. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pulp dan kertas, APRIL Group dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan tujuan bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Nyoman menyampaikan bahwa perusahaan telah melakukan berbagai upaya untuk berpartisipasi dalam pengurangan emisi serta berkomitmen untuk terus mengembangkan praktik produksi yang lebih berkelanjutan. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para akademisi dan praktisi bisnis untuk terus berupaya menyeimbangkan pencapaian keuntungan dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Sesi kedua diakhiri dengan diskusi interaktif bersama para peserta serta penyerahan sertifikat kepada Nyoman Iswara Yoga oleh Arviansyah, Ph.D., yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Rangkaian kegiatan hari keempat dilanjutkan dengan sesi ketiga bertajuk “Circular Economy & Sustainable Regulation: Lessons from Rwanda”. Sesi ini diawali dengan sambutan dari Prof. Zaäfri Ananto Husodo, M.M., Ph.D., yang menyampaikan harapannya agar rangkaian GNAM Week 2026 dapat mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan.

Sesi ini dimoderatori oleh Jonathan Nahum Marpaung, Ph.D. selaku Dosen FEB UI dan menghadirkan Rurangwa Theophile, First Counsellor Kedutaan Besar Republik Rwanda di Indonesia, sebagai pembicara. Dalam presentasinya, Theophile memperkenalkan Rwanda sebagai negara yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan kekayaan alam secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Rwanda berhasil menerapkan konsep ekonomi sirkular yang menekankan prinsip reduce, reuse, dan recycle untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus meminimalkan limbah. Salah satu kebijakan penting yang diterapkan adalah larangan penggunaan kantong plastik sejak tahun 2008, yang terbukti efektif dalam mengurangi polusi plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan.

Selain itu, pemerintah Rwanda juga mengembangkan sistem pengelolaan sampah nasional, fasilitas daur ulang, serta kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) yang mendorong tanggung jawab produsen terhadap siklus hidup produknya. Program partisipasi masyarakat seperti Umuganda turut memperlihatkan bagaimana keterlibatan warga dapat memperkuat implementasi kebijakan lingkungan.

Menurut Theophile, pengalaman Rwanda menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat, regulasi yang konsisten, serta partisipasi publik dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi.

Rangkaian kegiatan hari keempat GNAM Week 2026 kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat dan plakat kepada Theophile Rurangwa oleh panitia, dilanjutkan dengan sesi foto bersama para peserta. Acara diakhiri dengan sesi foto kelompok dan makan malam bersama.