Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia, Zaäfri Ananto Husodo Tekankan Pentingnya Mengukur Ketidakpastian dan Mengelola Risiko Pasar

Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia, Zaäfri Ananto Husodo Tekankan Pentingnya Mengukur Ketidakpastian dan Mengelola Risiko Pasar

 

Depok, 4 April 2026 – Universitas Indonesia kembali mengukuhkan Dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Prof. Zaäfri Ananto Husodo, M.M., Ph.D. sebagai Guru Besar Tetap Universitas Indonesia. Prosesi ini dilaksanakan di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, pada Sabtu (4/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan resmi nomor 43680/M/KPT.KP/2025 menetapkan Prof. Zaäfri Ananto Husodo sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Manajemen Keuangan dan Risiko Pasar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI, terhitung sejak 1 Oktober 2025.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Mengukur Yang Tak Pasti, Mengelola Yang Berisiko: Rerangka Ilmiah Manajemen Keuangan dan Risiko Pasar untuk Indonesia,” ia menekankan bahwa tantangan utama dunia keuangan saat ini bukan hanya volatilitas yang tinggi, tetapi juga semakin rapatnya keterhubungan antarpasar, tekanan likuiditas, perubahan perilaku investor, dan percepatan inovasi digital.

Risiko pasar, menurutnya, tidak lagi dapat dipahami hanya dari satu indikator atau satu kelas aset. Pasar saham, obligasi, valuta, dan komoditas kini semakin terhubung dengan ekosistem aset digital yang bergerak hampir tanpa jeda. Dalam situasi seperti itu, guncangan kecil dapat berhenti sebagai riak, tetapi juga dapat berkembang menjadi gejolak sistemik bila saluran transmisinya tidak dikenali dengan baik.

“Mengukur yang tak pasti adalah fondasi kerja ilmiah; mengelola yang berisiko adalah amanah profesi dan amanah sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa volatilitas bukan sekadar angka statistik. Volatilitas adalah gejala dari interaksi yang lebih dalam antara likuiditas, perilaku pelaku pasar, arus informasi, ketidakpastian, dan teknologi transaksi. Karena itu, manajemen risiko pasar perlu dibangun di atas pemahaman yang utuh mengenai arsitektur risiko pasar—yakni struktur yang menentukan bagaimana guncangan terbentuk, bergerak, dan memengaruhi stabilitas sistem keuangan.

Kemudian, Prof. Zaäfri melalui buku orasi dan rangkaian risetnya, guru besar baru UI ini mendorong pengembangan ilmu manajemen keuangan dan risiko pasar yang tidak berhenti pada pengukuran. Ia menekankan pentingnya membangun metodologi yang relevan bagi Indonesia, memperkuat kolaborasi antara akademisi, regulator, dan industri, serta menyiapkan talenta yang memiliki literasi data, literasi risiko, dan etika model.

Kontribusi keilmuan tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan efisiensi biaya modal, dan memberi perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat di tengah ketidakpastian global dan transformasi digital.

Prof. Zaäfri Ananto Husodo dikenal sebagai akademisi di bidang Manajemen yang berkomitmen kuat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, dengan fokus utama pada Manajemen Keuangan dan Risiko Pasar.

Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi dan Magister Keuangan di Universitas Indonesia, serta meraih gelar doktor di bidang Keuangan dan Perbankan dari University of New South Wales, Australia. Selain itu, ia juga aktif mengikuti berbagai pelatihan guna memperkuat keahlian di bidang manajemen keuangan dan pengelolaan risiko.

Produktivitas akademik Prof. Zaäfri Ananto Husodo tercermin dari beragam publikasi ilmiah yang dimuat dalam jurnal internasional bereputasi, dengan cakupan pembahasan mengkaji manajemen keuangan, risiko pasar, pasar modal, volatilitas, hingga investasi. Sementara itu, di luar lingkungan akademik, kontribusinya terlihat melalui keterlibatan sebagai Peneliti Senior di BP Tapera, Ketua Peneliti di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Ketua Tim Peneliti di Bank Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Prof. Zaäfri Ananto Husodo menunjukkan perkembangan yang berkelanjutan hingga meraih jabatan Guru Besar pada tahun 2025. Ia turut mengambil bagian dalam berbagai peran strategis, di antaranya sebagai Kepala Kelompok Riset Computational Intelligence for Finance, Business and Risk (CIFBR), anggota Forum Riset Stabilitas Sistem Keuangan, anggota Komite Nominasi dan Remunerasi di Tugu Insurance, serta pengurus Yayasan NIS Indonesia.

Berbagai pencapaiannya juga telah memperoleh pengakuan melalui sejumlah penghargaan, seperti Program Insentif Artikel Berkualitas pada Jurnal Internasional Bereputasi, Makara Dharma Bhakti, dan Top 10 Citations Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Kontribusinya mencerminkan peran nyata dalam pengembangan ilmu serta peningkatan kualitas profesi di bidang Manajemen Keuangan dan Risiko Pasar di Indonesia.