Upaya Memahami Generasi Z, FEB UI Gelar Diskusi Akademik Bersama Praktisi dan Akademisi

Upaya Memahami Generasi Z, FEB UI Gelar Diskusi Akademik Bersama Praktisi dan Akademisi

 

Aska – Komunikasi FEB UI

Depok, 7 April 2026Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) melalui Kantor Kemahasiswaan menyelenggarakan kegiatan Diskusi Bersama yang bertajuk “Mengenal dan Memahami Mahasiswa Gen-Z” di Mini Auditorium Departemen Manajemen FEB UI, Depok, pada Selasa (7/4).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Anna Amalyah Agus, S.E., M.B.A. selaku Manajer Kemahasiswaan FEB UI, Ika Malika, M.Psi., Psikolog selaku Koordinator Layanan Konseling dan Kesehatan Mental Klinik Satelit UI, dan Dr. Dadan Erwandi, S.Psi., M.Si. selaku Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UI sebagai pembicara dalam kegiatan Diskusi Bersama yang membahas Dinamika dan Perilaku Mahasiswa Gen Z di FEB UI, Karakter Gen Z mulai dari Kelebihan dan Pengembangan, serta Dukungan Gen Z dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Diskusi ini diharapkan tidak hanya membahas bagaimana hidup dan bekerja bersama Gen Z, tetapi juga bagaimana menjaga legacy FEB UI, mulai dari nilai-nilai dan jejaring yang telah terbangun agar tetap berjalan dan berkelanjutan dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi,” Ujar Anna, Selasa (7/4).

Dalam paparannya, Dr. Anna menjelaskan bahwa dinamika dinamika mahasiswa Gen Z di FEB UI tidak terlepas dari berbagai aspek, mulai dari pembiayaan pendidikan, pengembangan prestasi, kehidupan organisasi, hingga kesehatan mental yang di drive oleh kondisi individu atau keluarga.

Dalam kehidupan kampus, mahasiswa Gen Z aktif dalam organisasi, kompetisi, hingga program pengembangan seperti pertukaran pelajar dan sertifikasi profesional. Namun, tantangan seperti rasa entitlement, optimalisasi kehadiran akademik, hingga cyberbullying menjadi perhatian penting. Selain itu, faktor perubahan sosial, seperti tekanan media sosial/digital (relative deprivation), FOMO (Fear of Missing Out), dan kondisi keluarga turut mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa, sehingga kampus menyediakan layanan konseling hingga rujukan profesional.

Sebagai penutup, Dr. Anna menyampaikan bahwa perlu membuka hati, logika dan common sense dalam berinteraksi dengan gen Z yang memiliki spektrum keberagaman yang luas.  Jika melihat mahasiswa berprestasi FEB UI 2026 (Ellen S1 Reguler-EMA 2023) yang memperoleh penghargaan Mahasiswa dengan karateristik terbaik se Universitas Indonesia, karakter baik FEB UI dari sisi integritas, kerja keras, selalu memberikan yang terbaik tetap ada dan terjaga.  Tinggal bagaimana dosen, sebagai pendidik yang termotivasi membuat mahasiswa memaksimalkan potensinya, dapat menyesuaikan proses pembelajaran dan komunikasi agar tetap  relevan dengan Mahasiswa Gen Z.

Dari perspektif psikologis, Ika Malika menjelaskan bahwa Gen Z merupakan digital native yang sangat terhubung dengan teknologi. Mereka berada pada fase emerging adulthood, yang ditandai dengan eksplorasi identitas, ketidakstabilan emosi, serta pencarian makna hidup. Gen Z cenderung optimis, namun juga rentan terhadap tekanan ketika ekspektasi tidak sesuai realitas.

Ia menekankan bahwa kesehatan mental harus dipahami sebagai kondisi kesejahteraan holistik, bukan sekadar bebas dari gangguan. Dalam konteks pembelajaran, Gen Z lebih efektif dengan pendekatan praktik dan visual dibanding metode ceramah tradisional. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang empatik, relevan, dan interaktif untuk mendukung proses belajar.

Sementara itu, Dr. Dadan Erwandi menyoroti peran strategis mahasiswa Gen Z dalam mendukung riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Mahasiswa UI dinilai memiliki capaian prestasi yang tinggi serta partisipasi aktif dalam organisasi dan kompetisi. Namun, terdapat kerentanan seperti kesulitan adaptasi, risiko stres, dan tantangan dalam relasi interpersonal.

Untuk menjawab hal tersebut, UI mengembangkan berbagai program strategis, seperti penguatan ekosistem prestasi, pengembangan karier, serta inisiatif UI Student Achievement Hub sebagai pusat pembinaan dan inkubasi prestasi mahasiswa.

Melalui diskusi ini, FEB UI menegaskan bahwa Gen Z merupakan generasi yang dinamis dan tidak homogen. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang adaptif, empatik, dan kolaboratif agar potensi mereka dapat berkembang secara optimal.