FEB UI Gelar Kuliah Umum Sport Industry, Bahas Masa Depan Olahraga dan Sportainment di Indonesia
Aska – Komunikasi FEB UI
Depok, 15 April 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) gelar kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Sport Industry” yang diselenggarakan di Student Center, Kampus FEB UI Depok, pada Rabu (15/4).
Kegiatan kuliah Umum ini dihadiri oleh dua pembicara yang memiliki pengalaman dan sepak terjang yang cukup panjang di bidang Olahraga, yaitu Haryadin Mahardika, Ph.D. selaku Pemilik & Ketua klub Hangtuah Basketball Jakarta dan Yuliana Tasno S.Ds., M.M. selaku Presiden Direktur Klub Sepakbola PSIM Jogja.
Sebelum dimulainya Kuliah Umum, Dekan FEB UI, Yulianti Abbas Ph.D. menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta kehadiran para narasumber. Ia menekankan bahwa kuliah umum ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung dari praktisi industri.
“Saya sangat mengapresiasi kehadiran para narasumber dan terselenggaranya kegiatan ini. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berdialog langsung dan menggali wawasan. Industri olahraga menunjukkan potensi yang tetap berkembang, bahkan di tengah krisis. Kesempatan belajar seperti ini, yang mungkin tidak selalu ada dalam kurikulum formal, tentu menjadi nilai tambah yang penting bagi Anda semua,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Haryadin mengulas dinamika industri olahraga di Indonesia melalui studi kasus Hangtuah Jakarta. Ia menyoroti ketimpangan antara biaya operasional yang sudah bertaraf global dengan pendapatan yang masih berskala lokal. Menurutnya, kondisi ini memunculkan dilema antara mengejar prestasi dan menjaga keberlanjutan bisnis, karena keberhasilan di lapangan tidak selalu berbanding lurus dengan profit.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis sebagai strategi keberlanjutan, termasuk melalui kolaborasi dengan sponsor, pemanfaatan data, serta pengembangan sumber pendapatan di luar pertandingan. Fokus utama, menurutnya, adalah menjaga eksistensi dan keberlanjutan finansial klub sambil menunggu penguatan industri secara menyeluruh.
Sementara itu, pada sesi kedua, Yuliana Tasno membagikan pengalaman kepemimpinannya di industri olahraga yang masih didominasi laki-laki. Ia juga mengangkat perjalanan PSIM Jogja sebagai klub bersejarah dengan basis penggemar besar yang didukung ekosistem, termasuk peran EMTEK Group dalam pengembangannya.
Yuliana menyoroti sejumlah tantangan industri olahraga nasional, mulai dari keterbatasan dukungan jangka panjang, ketidakstabilan pendanaan, kesenjangan infrastruktur, hingga minimnya tenaga profesional di bidang manajemen olahraga. Ia menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepemimpinan yang kuat.
Di sisi lain, ia melihat peluang besar industri olahraga Indonesia seiring dengan besarnya populasi dan meningkatnya daya beli masyarakat. Menurutnya, pengembangan industri ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kualitas SDM.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami bahwa industri olahraga tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga mencakup aspek manajemen, pemasaran, keuangan, hingga pengembangan talenta secara berkelanjutan.

