FEB UI Gelar Kuliah Tamu Bahas Dampak Norma Gender Pada Dunia Kerja Bersama Prof. Arjun Singh Bedi
Aska – Komunikasi FEB UI
Depok, 6 Mei 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu yang bertajuk “Gender Norms, Motherhood Penalty and Signaling Child Care Support on Job Applications: Experimental Evidence from India” yang menghadirkan Prof. Arjun Singh Bedi, Professor of Development Economics International Institute of Social Studies Erasmus University Rotterdam, The Netherlands dan Milda Irhamni, Ph.D. selaku Dosen FEB UI selaku Moderator dalam kegiatan ini yang diselenggarakan di Ruang 307 Gedung Pascasarjana, Kampus FEB UI Depok, pada Rabu (6/5).
Dalam pemaparannya, Prof. Arjun Singh Bedi membahas bagaimana norma budaya dan konstruksi gender memengaruhi peluang perempuan di dunia kerja, khususnya terkait fenomena motherhood penalty atau penurunan peluang kerja yang dialami perempuan setelah menjadi ibu. Melalui penelitian eksperimental di India, ia menunjukkan bahwa diskriminasi terhadap perempuan tidak hanya dipengaruhi oleh status sebagai ibu, tetapi juga oleh latar belakang budaya dan sistem sosial masyarakat.
Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen CV atau lamaran kerja fiktif yang dikirimkan ke berbagai perusahaan di sektor keuangan dan Business Process Outsourcing (BPO) di kota Delhi, Mumbai, dan Chennai. Sebanyak 1.276 aplikasi kerja dikirimkan untuk mengukur tingkat callback atau panggilan wawancara terhadap perempuan dari komunitas berbeda, yakni Bengali dan Naga yang berasal dari masyarakat patrilineal, serta Khasi yang berasal dari masyarakat matrilineal.
Hasil penelitian menunjukkan adanya motherhood penalty yang cukup signifikan pada perempuan dari komunitas patrilineal, khususnya Bengali. Sementara itu, perempuan dari komunitas Khasi yang menganut sistem matrilineal mengalami penalti yang jauh lebih kecil. Temuan ini memperlihatkan bahwa norma budaya dan dukungan sosial dalam keluarga turut memengaruhi persepsi perusahaan terhadap perempuan yang telah memiliki anak.
Selain membahas diskriminasi berbasis gender, Prof. Arjun juga menjelaskan bagaimana penyediaan dukungan pengasuhan anak (childcare support) dapat membantu meningkatkan peluang perempuan di pasar kerja. Dalam eksperimen lanjutan, CV perempuan yang mencantumkan adanya dukungan pengasuhan anak menunjukkan peningkatan tingkat panggilan wawancara dibandingkan CV ibu tanpa informasi tersebut.
Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen FEB UI. Diskusi yang berlangsung turut menyoroti pentingnya kebijakan ramah keluarga dan kesetaraan gender dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, FEB UI berharap dapat memperluas wawasan akademik sivitas akademika mengenai isu gender, ketenagakerjaan, serta dinamika sosial yang memengaruhi partisipasi perempuan di dunia kerja global.

