Dari Magelang untuk Dunia: Aksi Nyata “Youth for Net-Zero” Redam Dampak Urban Heat Island melalui Aksi Mitigasi Berbasis Komunitas
Depok, 10 April 2026 – Semangat perubahan terpancar dari wajah puluhan siswa SMK Citra Medika Kota Magelang pada Jumat, 10 April 2026. Sekitar 70 peserta berkumpul dalam sebuah gerakan kolaboratif bertajuk “Youth for Net-Zero: Transformasi Ekologis Siswa Magelang dalam Mengurangi Urban Heat Island melalui Aksi Mitigasi Berbasis Komunitas”. kegiatan ini sukses menghadirkan ruang kolaborasi lintas negara, lintas disiplin, dan lintas generasi yang melibatkan dosen dan peneliti dari FEB UI, Walailak University Thailand, dosen dan mahasiswa asing dari Prodi Ekonomi FEB UMY & IPIEF juga guru dan siswa SMK Citra Medika Magelang.
Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Community Development World Class University (WCU) Inbound ini dipimpin oleh Dr. Irfani Fithria Ummul Muzayanah, S.E., M.S.E. dan Putu Angga Widyastaman, M.S.E., dosen Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan ini juga diperkuat oleh kolaborasi internasional bersama Ikrar Genidal Riadil, S.Pd., B.SEd., M.A. dari Walailak University, Thailand.
Mengusung isu Urban Heat Island yaitu fenomena peningkatan suhu di wilayah perkotaan akibat aktivitas manusia dan minimnya ruang hijau. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum edukasi, tetapi juga sebagai ruang aksi. Para siswa diajak memahami akar permasalahan lingkungan perkotaan sekaligus terlibat langsung dalam solusi berbasis komunitas.
Kepala Sekolah SMK Citra Medika, Ibu Veronica Rani, S.Pd., Gr., M.Pd., menyambut hangat kegiatan ini dan menekankan pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini. “Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk kesadaran sekaligus kebiasaan baru bagi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Keunikan kegiatan ini semakin terasa dengan kehadiran kolaborator dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yaitu Romi Bhakti Hartarto, S.E., M.Ec., Ph.D., serta lima mahasiswa internasional yang berasal dari Uzbekistan, Bangladesh, dan Sierra Leone (Afrika Barat). Kehadiran mereka menghadirkan perspektif global sekaligus memperkaya diskusi lintas budaya tentang tantangan perubahan iklim yang bersifat universal.
Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis, mulai dari pemaparan materi interaktif, diskusi partisipatif, hingga aksi nyata mitigasi lingkungan seperti penanaman pohon dan praktik sederhana untuk menurunkan suhu lingkungan sekitar. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman langsung yang aplikatif.
Lebih dari sekadar kegiatan satu hari, Youth for Net-Zero menjadi langkah awal dalam membangun gerakan berkelanjutan berbasis komunitas sekolah. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan agen-agen perubahan muda yang mampu menginisiasi aksi serupa di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Climate Action dan SDG 11: Sustainable Cities and Communities. Melalui edukasi lingkungan, penanaman pohon, serta aksi mitigasi berbasis komunitas sekolah, program ini mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menghadapi perubahan iklim dan mengurangi dampak Urban Heat Island di kawasan perkotaan. Selain itu, kolaborasi lintas negara dan lintas institusi dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya kerja sama global dalam menciptakan kota yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan, program ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan dan keberlanjutan dunia.
Dengan semangat kolaborasi lintas institusi dan lintas negara, kegiatan ini menegaskan bahwa solusi terhadap krisis iklim membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda. Dari Magelang, sebuah pesan kuat dikirimkan: perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

