LM FEB UI Gelar Seminar Nasional Bahas Tantangan BUMN di Tengah Krisis Geopolitik Global
Jakarta, 30 April 2026 – BUMN Research Group LM FEB UI bersama Unit Publikasi LM FEB UI menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Prospek dan Tantangan BUMN di Tengah Krisis Geopolitik Global” di Hotel Borobudur, Jakarta. Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, regulator, pelaku industri, dan pemangku kepentingan BUMN untuk membahas arah transformasi BUMN di tengah tekanan geopolitik dan perlambatan ekonomi global.
Seminar dibuka oleh Yasmine Nasution selaku Managing Director LM FEB UI. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa eskalasi konflik global dan gangguan jalur energi internasional telah berdampak langsung pada rantai pasok, logistik, energi, hingga ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, BUMN dinilai perlu memiliki strategic compass agar tetap adaptif, relevan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Diskusi seminar menyoroti pentingnya penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pengukuran kinerja BUMN dalam menjalankan mandat ganda, yakni menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga fungsi sosial dan strategis negara. Danantara juga diposisikan sebagai bagian dari penguatan pengelolaan aset strategis nasional dengan orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.
Dari perspektif akademik, BUMN Research Group LM FEB UI menekankan bahwa karakter setiap BUMN perlu dipahami berdasarkan mandat dan model bisnisnya. BUMN komersial dinilai tidak dapat diukur dengan pendekatan yang sama dengan BUMN yang menjalankan pelayanan publik. Oleh sebab itu, diperlukan kerangka kebijakan yang lebih adaptif agar reformasi BUMN tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga peningkatan layanan dan daya saing.
Berbagai BUMN turut memberikan perspektif sektoral dalam seminar ini. Pelindo menyoroti pentingnya sistem pengambilan keputusan yang cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi gangguan logistik global. Sementara MIND ID menegaskan bahwa mineral strategis menjadi faktor penting dalam rantai pasok global, terutama untuk mendukung transisi energi dan industri teknologi masa depan.
Di sisi lain, Jasa Raharja memaparkan transformasi layanan berbasis data melalui program Digital Claim Automation dan Mobility Protection guna memperkuat perlindungan publik dan keselamatan transportasi. Adapun Jamkrindo menekankan pentingnya penjaminan kredit sebagai instrumen strategis untuk menjaga akses pembiayaan UMKM di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Melalui seminar ini, BUMN Research Group LM FEB UI dan Unit Publikasi LM FEB UI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum berbasis riset dan dialog kebijakan guna mendukung transformasi BUMN. Sinergi antara akademisi, regulator, dan praktisi diharapkan mampu memperkuat peran BUMN sebagai instrumen ketahanan nasional, pencipta nilai jangka panjang, serta penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif menuju Indonesia Emas 2045.

