Bekali Investor Muda, MM FEB UI Bersama Trimegah Sekuritas Kupas Strategi Investasi di Tengah Volatilitas Pasar

Bekali Investor Muda, MM FEB UI Bersama Trimegah Sekuritas Kupas Strategi Investasi di Tengah Volatilitas Pasar

 

Rayya – Komunikasi FEB UI

Jakarta, 7 Juni 2026 – Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk “Strategi Investasi di Tengah Ketidakpastian Global” dengan topik pembahasan utama mengenai “Pendekatan Makro, Fundamental, dan Teknikal bagi Investor Muda. Seminar ini dilaksanakan di Auditorium BCA Lantai 3 Gedung MM pada Minggu (7/6).

Kegiatan ini dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua Program Studi MM, Prof. Rofikoh Rokhim, Ph.D. secara langsung mengajak para peserta untuk mulai berani berinvestasi di berbagai instrumen yang ada. Tak lupa, ia juga memberikan harapan pada acara ini supaya mampu memberikan manfaat bagi para peserta yang hadir, selain itu, ia juga mengingatkan kepada para peserta untuk selalu bersabar dalam berinvestasi. “Saya berharap, seminar ini mampu memberikan manfaat yang besar untuk teman-teman semua, sekaligus memberikan wawasan baru supaya temen-temen semua mulai berani untuk berinvestasi” ujarnya.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Axel Efraim selaku Virtual Branch Priority Client Specialist PT Trimegah Sekuritas Indonesia TBK. Pada pemarapan kali ini, Axel fokus pada strategi investasi di tengah volatilitas pasar yang menjadi salah satu strategi pada krisis kepercayaan pasar

Axel menjelaskan bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih diwarnai berbagai tantangan, seperti fragmentasi geopolitik, tingginya utang global, perlambatan pertumbuhan ekonomi, hingga pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, berbagai faktor tersebut turut memengaruhi sentimen pasar dan memunculkan ketidakpastian yang perlu dipahami investor sebelum mengambil keputusan investasi. Untuk menghadapi kondisi tersebut, ia menekankan pentingnya menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko masing-masing, baik konservatif, moderat, maupun agresif. Selain itu, investor juga perlu memperhatikan fundamental perusahaan, seperti pertumbuhan pendapatan dan margin keuntungan, serta menjaga porsi dana tunai sebagai bagian dari manajemen risiko.

Lebih lanjut, ia mengajak peserta untuk melihat volatilitas pasar sebagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan dengan perencanaan yang matang. Ia menjelaskan bahwa pasar modal Indonesia telah beberapa kali mengalami koreksi akibat berbagai faktor global, mulai dari pandemi COVID-19 hingga dinamika suku bunga internasional. Oleh karena itu, diversifikasi portofolio menjadi langkah penting agar investor tidak bergantung pada satu instrumen investasi saja. Menutup sesi pemaparannya, Axel menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya ditentukan oleh strategi dan pemilihan aset, tetapi juga oleh disiplin serta kemampuan investor dalam mengelola emosi ketika menghadapi perubahan kondisi pasar.