Promosi Doktor PPIA, Rima Kusumarini Kaji Strategi Bisnis, Risiko Iklim, ESG, dan Tax Avoidance di ASEAN

Promosi Doktor PPIA, Rima Kusumarini Kaji Strategi Bisnis, Risiko Iklim, ESG, dan Tax Avoidance di ASEAN

 

Aska – Komunikasi FEB UI

Depok, 1 Juli 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi (PPIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Rima Kusumarini yang berlangsung di Ruang 401-403, Lantai 4 Gedung Pascasarjana FEB UI, pada Rabu (1/7).

Sidang terbuka promosi doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra dengan pembimbing Prof. Desi Adhariani, Ph.D. (Promotor) dan Dr. Dahlia Sari (Ko-Promotor). Selaku tim penguji, Prof. Dr. Sylvia Veronica NPS bertindak sebagai Ketua Penguji dengan anggota penguji Yulianti, Ph.D., Nanda Ayu Wijayanti, Ph.D., Luluk Widyawati, Ph.D., serta Prof. Doddy Setiawan, Ph.D..

Pada sidang terbuka tersebut, promovendus Rima Kusumarini mengangkat disertasi yang menelaah hubungan antara strategi bisnis, risiko iklim, Environmental, Social, and Governance (ESG) performance, serta praktik tax avoidance pada perusahaan di negara-negara berkembang kawasan ASEAN.

Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi bisnis perusahaan, khususnya strategi prospector dan defender, memengaruhi kinerja ESG dengan mempertimbangkan risiko iklim sebagai faktor yang semakin penting dalam lingkungan bisnis global. Selain itu, penelitian juga menganalisis bagaimana ESG berperan sebagai mekanisme yang menghubungkan strategi bisnis dengan praktik tax avoidance di tengah meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan perusahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan strategi prospector, yang berorientasi pada inovasi dan pertumbuhan, cenderung memiliki kinerja ESG yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan dengan strategi defender yang berfokus pada efisiensi operasional. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingginya paparan risiko iklim di suatu negara mendorong perusahaan untuk meningkatkan implementasi ESG sebagai bagian dari strategi menjaga daya saing, ketahanan bisnis, dan legitimasi di mata para pemangku kepentingan.

Lebih lanjut, penelitian mengungkap bahwa dalam konteks negara-negara ASEAN, ESG tidak selalu berperan sebagai penghambat praktik tax avoidance. Sebaliknya, ESG dapat menjadi mekanisme yang memberikan legitimasi bagi perusahaan untuk tetap menjalankan strategi efisiensi pajak secara legal. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan karakteristik antara negara berkembang dan negara maju, terutama karena lemahnya penegakan hukum, menurunnya rasio pajak terhadap PDB, serta meningkatnya implementasi ESG di kawasan ASEAN.

Penelitian ini turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai hubungan strategi bisnis, risiko iklim, keberlanjutan, dan tata kelola perusahaan. Selain memperkenalkan risiko iklim sebagai faktor penting dalam hubungan antara strategi bisnis dan ESG, penelitian ini juga menawarkan perspektif baru bahwa ESG dapat berfungsi sebagai saluran legitimasi (legitimacy channel) yang menjelaskan hubungan tidak langsung antara strategi bisnis dan tax avoidance. Temuan tersebut diharapkan menjadi masukan bagi regulator maupun pelaku usaha dalam merancang kebijakan keberlanjutan dan pengawasan perpajakan yang lebih efektif di kawasan ASEAN.

Dengan ini, dewan pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Rima Kusumarini lulus dengan predikat Cumlaude serta berhasil meraih gelar Doktor ke-106 Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi FEB UI. Selamat kepada Dr. Rima Kusumarini!