Promosi Doktor PPIE FEB UI, Hastuti Teliti Dampak Dampak Perubahan Iklim terhadap Perilaku Pertanian dan Kesejahteraan Rumah Tangga

Promosi Doktor PPIE FEB UI, Hastuti Teliti Dampak Dampak Perubahan Iklim terhadap Perilaku Pertanian dan Kesejahteraan Rumah Tangga 

 

Rayya – Komunikasi FEB UI

Depok, 2 Juli 2026 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Hastuti yang berlangsung di lantai 4 Gedung Pascasarjana FEB UI, pada Kamis (2/7).

Sidang terbuka promosi doktor ini diketuai oleh Kiki Verico, Ph.D. dengan pembimbing Teguh Dartanto, Ph.D. (Promotor), Alin Halimatussadiah, Ph.D. (Ko-Promotor 1), dan Prof. Amzul Rifin, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Prof. Nachrowi D. Nachrowi, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji Prof. Dr. Djoni Hartanto, Prani Sastiono, Ph.D.,  Dr. Widyono Soetjipto, dan Asep Suryahadi, Ph.D.

Hastuti mengangkat disertasi yang berjudul ‘Dampak Perubahan Iklim terhadap Perilaku Pertanian dan Kesejahteraan Rumah Tangga Pertanian di Indonesia’ pada sidang terbuka ini. Penelitian ini mengkaji bagaimana perubahan iklim memengaruhi perilaku usaha tani dan kesejahteraan rumah tangga pertanian di Indonesia melalui perubahan variabilitas curah hujan dan suhu. Kajian tersebut berfokus pada tiga aspek utama, yaitu perilaku penggunaan input pertanian, dinamika kemiskinan rumah tangga, dan mobilitas tenaga kerja di sektor pertanian.

Penelitian diawali dengan tinjauan pelingkupan terhadap 14.253 artikel yang terindeks Scopus serta lima Open Knowledge Maps untuk mengidentifikasi kesenjangan penelitian terkait pertanian cerdas iklim, kesejahteraan rumah tangga, dan mobilitas tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, penelitian juga diperkuat melalui studi lapangan di Kabupaten Cianjur untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika penghidupan petani. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan strategi variabel instrumental dengan memanfaatkan data 86.922 rumah tangga petani padi dari tiga gelombang Indonesia Family Life Survey (IFLS).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya variabilitas curah hujan mendorong petani menggunakan pupuk kimia sebagai respons terhadap perubahan iklim. Di sisi lain, kondisi tersebut juga meningkatkan probabilitas kemiskinan, terutama pada rumah tangga dengan kapasitas adaptasi yang lebih rendah, serta mempercepat perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor lainnya. Penelitian ini juga menemukan bahwa variabilitas curah hujan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan perubahan suhu, sementara irigasi berperan sebagai faktor yang paling efektif dalam meningkatkan ketahanan rumah tangga pertanian terhadap dampak perubahan iklim.

Berdasarkan temuan tersebut, Hastuti merekomendasikan penerapan strategi adaptasi yang terintegrasi melalui penguatan sistem irigasi, peningkatan efisiensi penggunaan input pertanian, pengembangan modal manusia, penguatan manajemen risiko iklim, serta diversifikasi sumber pendapatan rumah tangga perdesaan. Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting untuk meningkatkan ketahanan sektor pertanian sekaligus menjaga kesejahteraan rumah tangga petani di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur mengenai ekonomi pertanian dan perubahan iklim, khususnya dalam menjelaskan keterkaitan antara variabilitas iklim, perilaku usaha tani, dan kesejahteraan rumah tangga pertanian di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan adaptasi perubahan iklim yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi sektor pertanian nasional.

Dengan ini, dewan pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Hastuti lulus dengan predikat Cumlaude serta berhasil meraih gelar Doktor yang ke-156 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Hastuti!