International Business Experience: FEB UI dan The University of Melbourne Dalami Lanskap Bisnis, Perilaku Konsumen, dan Ekonomi Syariah Indonesia
Aska – Komunikasi FEB UI
Jakarta, 7 Juli 2026 – Rangkaian International Business Experience (IBX) hasil kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dengan The University of Melbourne berlanjut memasuki hari kedua pada Selasa (7/7). Bertempat di Ruang Pegadaian, Gedung Magister Manajemen (MM) FEB UI Salemba, para peserta mengikuti serangkaian kuliah yang membahas lanskap ekonomi Indonesia, karakteristik konsumen, hingga perkembangan ekonomi dan bisnis syariah sebagai bekal memahami dinamika pasar Indonesia secara komprehensif.
Sesi pertama menghadirkan Dr. Yasmine Nasution, M.App. Comm., Dosen FEB UI, yang memaparkan materi mengenai kondisi ekonomi dan lanskap bisnis Indonesia. Dalam pemaparannya, Yasmine menjelaskan karakteristik demografi, sosial, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang didukung oleh populasi besar, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan meningkatnya aktivitas perdagangan internasional. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada berbagai sektor yang memiliki potensi investasi, seperti infrastruktur, energi terbarukan, teknologi informasi, pertambangan, pendidikan, kesehatan, hingga industri halal. Di sisi lain, peserta diajak memahami tantangan dalam memasuki pasar Indonesia, termasuk pentingnya memahami karakteristik konsumen, budaya lokal, serta tingginya tingkat persaingan bisnis.
Pada sesi kedua, Gita Gayatri, Ph.D., Dosen FEB UI, membawakan materi mengenai karakteristik konsumen Indonesia dan perilaku pasar digital. Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar konsumen terbesar di dunia dengan populasi yang didominasi generasi muda serta didukung oleh bonus demografi. Gita menekankan bahwa perilaku konsumen Indonesia sangat dipengaruhi oleh nilai kolektivisme, rekomendasi komunitas, media sosial, serta penggunaan teknologi digital dalam proses pengambilan keputusan. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai perkembangan social commerce, ekosistem super-app, sistem pembayaran digital seperti QRIS, hingga peluang bagi perusahaan global untuk memasuki pasar Indonesia melalui strategi yang selaras dengan budaya lokal dan karakteristik konsumen Indonesia.
Sesi terakhir disampaikan oleh Rahmatina Awaliah Kasri, Ph.D., Direktur Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI, yang mengangkat tema Sharia Economics and Business Landscape in Indonesia. Rahmatina menjelaskan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang terus menunjukkan tren positif melalui dukungan regulasi pemerintah, pertumbuhan industri halal, penguatan sektor perbankan syariah, serta inovasi instrumen keuangan syariah seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), Islamic fintech, dan pengembangan halal value chain. Selain memaparkan peluang besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, ia juga mengulas berbagai tantangan pengembangan ekonomi syariah, seperti peningkatan literasi, penguatan sumber daya manusia, dan integrasi antar sektor dalam ekosistem ekonomi syariah.
Melalui rangkaian materi pada hari kedua, peserta International Business Experience memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik ekonomi, perilaku konsumen, dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami peluang maupun tantangan dalam menjalankan bisnis di Indonesia sekaligus memperkuat perspektif global melalui kolaborasi akademik antara FEB UI dan The University of Melbourne.

