Temu Akbar Guru Besar UI Perkuat Kolaborasi Akademisi, Guru Besar FEB UI Tampil Kompak dan Inspiratif
Ghazy – Kantor Komunikasi
Depok, 12 Agustus 2026 – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) turut menghadiri perhelatan “Temu Akbar Guru Besar Universitas Indonesia” yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Dewan Guru Besar UI di Makara Art Center, Kampus UI Depok, pada Rabu (12/8).
Pertemuan dihadiri setidaknya 235 guru besar, baik dari dari rumpun Sains dan Teknologi (Saintek), Kesehatan, maupun Sosial dan Humaniora (Soshum). Forum strategis ini dirancang khusus untuk mempertegas peran aktif para cendekiawan dalam merumuskan masukan berbasis sains demi kebijakan pemerintah yang lebih efektif, konsolidasi intelektual multidisiplin ilmu, serta apresiasi karya antar guru besar.
Keterlibatan aktif Guru Besar FEB UI terlihat dari keikutsertaan dalam pameran karya intelektual di bidang ilmu ekonomi, manajemen, dan akuntansi, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan mencerminkan semangat kebersamaan.
Rektor UI Prof. Heri Hermansyah mengutarakan, guru besar merupakan aset UI dan bangsa yang memiliki kompetensi keilmuan mumpuni. Oleh karena itu, pertemuan ini adalah pengingat kembali fungsi Guru Besar Universitas Indonesia sebagai guru banga agar memiliki kepekaan dan konsisten berkontribusi pada bangsa dan negara dengan berbasis keilmuan dan data.
Selain itu, terdapat Inspiring Talk dari perwakilan Guru Besar setiap rumpun keilmuan. Dari rumpun Soshum, Guru Besar FEB UI, Prof. Rhenald Kasali, hadir sebagai salah satu pembicara. Dalam sesi tersebut, Prof. Rhenald membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta pentingnya peran guru besar dalam merespons perubahan teknologi dan mendorong kemajuan akademik di Indonesia.
Kehadiran Prof. Rhenald memperlihatkan kontribusi FEB UI dalam menghadirkan perspektif akademik terhadap berbagai perubahan strategis yang berkembang di masyarakat. Perkembangan AI tidak hanya membawa perubahan pada teknologi, tetapi juga memengaruhi dunia pendidikan, ekonomi, bisnis, dan kehidupan sosial. Dalam konteks tersebut, guru besar memiliki peran penting dalam menjaga kualitas keilmuan sekaligus memastikan perkembangan akademik tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Selain sesi akademik, acara turut dimeriahkan dengan penampilan angklung dan The Professor Band, yang memperlihatkan sisi lain para Guru Besar sebagai sosok akademisi yang tidak hanya berkontribusi melalui pemikiran dan penelitian, tetapi juga aktif dalam kegiatan seni dan kebudayaan.
Hal tersebut selaras dengan penampilan Guru Besar FEB UI, Prof. Prijono Tjiptoherijanto, yang membacakan puisi di hadapan para peserta. Penampilan tersebut turut melengkapi bagian dari rangkaian acara yang menggabungkan refleksi akademik, seni, dan silaturahmi dalam sebuah ruang pertemuan.
Dengan terlaksananya temu akbar ini, FEB UI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan Indonesia. Sementara kehadiran Guru Besar FEB UI turut memperkuat identitas fakultas sebagai bagian dari komunitas akademik UI yang aktif, kolaboratif, dan memiliki keberagaman talenta.
Representasi Guru Besar FEB UI dalam forum akademik, pembahasan isu strategis seperti AI, hingga keterlibatan dalam kegiatan seni menunjukkan bahwa guru sesar bukan hanya penjaga tradisi keilmuan, tetapi juga penggerak gagasan dan perubahan yang memiliki peran penting dalam membangun masa depan akademik Indonesia.

