Yudisium Semester Genap 2025/2026 Jenjang Sarjana, Magister, Doktor, dan Profesi, Dekan FEB UI: Jadilah Pribadi yang Mampu Membuat Keputusan, Jagalah Etika dan Integritas
Rifdah – Kantor Komunikasi
Depok, 13 Agustus 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyelenggarakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 untuk Jenjang Sarjana, Magister, Doktor, dan Profesi di Auditorium Soeria Atmadja, Gedung Dekanat, Kampus FEB UI Depok, pada Rabu (12/8) dan Kamis (13/8).
Kegiatan dimulai dengan laporan dari Prof. Dr. Irwan Adi Ekaputra, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FEB UI. Ia mengatakan, FEB UI secara resmi meluluskan 1.091 mahasiswa, di antaranya 49 berpredikat Summa Cumlaude dan 377 berpredikat Cumlaude.
Jumlah mahasiswa sarjana yang diluluskan mencakup 486 lulusan reguler dan paralel dan di antaranya 1 lulusan Warga Negara Asing dengan penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), 120 lulusan Kelas Khusus Internasional, dan 27 lulusan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Sementara mahasiswa pada jenjang pascasarjana yang diluluskan sejumlah 1.840, 1.412 lulusan magister dan di antaranya 28 lulusan berasal dari Warga Negara Asing dengan penerima beasiswa The Indonesian Aid-Scholarship (TIAS) dan UI Great , 13 lulusan doktor, dan 33 lulusan profesi.
Pada semester ini, predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi jenjang Doktor diperoleh oleh Arga Hananto dari Program Pascasarjana Ilmu Manajemen dengan nilai IPK sebesar 4. Jenjang Magister, IPK tertinggi diperoleh oleh Mutiurrohman Sucianto dari Program S-2 MEKK dan Zelani Nurfalah dari Program S-2 MPKP dengan IPK sebesar 4. Sedangkan jenjang Magister Sains, Fathia Utami Afdi dan Arina Sofi Ulya dari Program S-1 Ilmu Ekonomi dengan IPK sebesar 3,99. Kemudian pada jenjang Program Profesi, IPK tertinggi diraih oleh Annisa Maghfira dari Program Profesi Akuntan dengan IPK sebesar 3,93.
Sementara jenjang sarjana diraih oleh Amira Nisa Adli dari S-1 Reguler Ilmu Ekonomi dengan nilai IPK sebesar 3,99, Adibah Seila Nafaza dari S-1 Ilmu Ekonomi Islam dengan IPK sebesar 3,96, Maura Gita Swari Rahadi dari S-1 Manajemen dengan IPK sebesar 3,94, Ranu Panamkarana dari S-1 Akuntansi dengan IPK sebesar 3,93, Teuku Muhammad Nazhif Syauqi dari S-1 Bisnis Islam dengan IPK sebesar 3,81, Drean Bratandari Binu dari S-1 Kelas Khusus Internasional dengan IPK sebesar 3,96 serta Muhammad Aresto Ascary Hekmatyrta dari S-1 Rekognisi Pembelajaran Lampau dengan IPK 3,93.
Apresiasi diberikan pula kepada wisudawan dengan publikasi di Jurnal Internasional terindeks SCOPUS, yaitu Rima Kusumarini dari PPIA di Jurnal Q1 – Business Strategy and the Environment; Suyoko dari PPIM di Jurnal Q1 –Journal of Strategy and Management; Putu Angga Widyastaman dari PPIE di Jurnal Q2 – Regional Studies, Regional Science; Arga Hananto dari PPIM di Jurnal Q2 – Services Marketing Quarterly; serta Mahatmyastuti Nuranindita dari PPIA di Jurnal Q2 – Pacific Accounting Review.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Yulianti Abbas, Ph.D., memandang dunia saat ini membuat siapapun mudah untuk menemukan jawaban secara cepat dengan bantuan mesin Artificial Intelligence yang tersedia. Namun, yang semakin sulit adalah membuat keputusan, “The slow way, the human way, Anda harus berpikir, Anda harus berkontemplasi, dan Anda harus mempertimbangkan konsekuensi. Jadi, be the person that make the right judgement and tries to make things right.”
Ia juga mengingatkan para lulusan bahwa perjalanan karier tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses compounding, “Anda tidak akan berada di puncak dalam sekejap. Anda akan terus belajar dan mengakumulasi kemampuan dan pengetahuan. Namun, compounding selalu memiliki base. Apa yang akan menjadi base Anda? Bukan hanya pengetahuan yang dimiliki saat ini, tetapi juga reputasi dan kepercayaan yang Anda bangun, ini adalah aset yang akan terus memberikan imbal hasil kepada Anda. Karena itu, jagalah selalu etika dan integritas. Jadikan keduanya sebagai modal agar proses compounding Anda dapat terus berkembang dan berakselerasi.”
Terakhir, Yulianti mengajak para lulusan untuk memaknai keberhasilan tidak semata-mata dari jabatan, kekayaan, maupun pencapaian pribadi, tetapi dari kebermanfaatan yang dapat diberikan bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan, kesuksesan Indonesia tidak hanya berasal dari keputusan satu orang, satu komite, atau satu organisasi, melainkan collective effort dari jutaan orang, termasuk para lulusan FEB UI.
Suasana hangat yang terbangun melalui penampilan hiburan tersebut kemudian berlanjut pada sesi sambutan dari perwakilan Ikatan Alumni FEB UI. Sambutan disampaikan oleh Ilvan Yahdi (Kepala Bidang Institutional Building ILUNI FEB UI), Dr. Fadlul Imansyah (Ketua Yayasan Bhakti ILUNI FEB UI), Ubaidillah Nugraha (Ketua Umum ILUNI FEB UI), serta Iwan Fuad Salim (Anggota Dewan Pembina ILUNI FEB UI)
Ketua ILUNI FEB UI Ubaidillah Nugraha menyampaikan ucapan selamat dan sambutan kepada para lulusan FEB UI untuk bergabung ke ILUNI FEB UI. Ia pun mengajak para lulusan untuk berhenti sejenak dan melihat kembali hal yang selama ini disukai, dikuasai, dan pengalaman yang telah dilalui
“Sekarang saatnya untuk stop for a while dan explore. ILUNI FEB UI mencoba untuk membersamai dan membantu connecting the dot, dengan membuka pintu yang terhubung dengan lebih dari 30 ragam kegiatan yang dapat diikuti dan lebih dari 60.000 lulusan FEB UI, yang di antaranya ada investor, profesional, hingga diaspora yang tersebar di lebih dari 30 negara dan berbagai provinsi di Indonesia. Jadi, silakan manfaatkan ILUNI FEB UI sebagai ruang untuk terhubung, belajar, berkolaborasi, dan menemukan peluang baru,” ungkapnya.
Kemudian, sebagai penyambutan resmi para lulusan bergabung bersama ILUNI FEB UI, rangkaian sambutan ditutup dengan penyematan selendang ILUNI FEB UI kepada Zelani Nurfalah, Galuh Dwi Cahyani, Amira Nisa Adli, serta Maura Gita Swari Rahadi sebagai perwakilan wisudawan.
Rangkaian acara Yudisium FEB UI terlaksana berkat dukungan penuh dari mitra yang telah menjalin kerja sama baik, yakni OPPO, PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Pegadaian, dan PT Bank Mandiri.

