FEB UI dan IAI Gelar International Seminar APAFest 2026 Membahas Masa Depan Profesi Akuntansi dan Keuangan
Ghazy – Kantor Komunikasi
Depok, 26 Agustus 2026 – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) berkolaborasi dengan The Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) dan didukung oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyelenggarakan International Seminar Aspiring Professional Accountants Festival (APAFest) 2026 bertajuk “Beyond Grades: RISE2040 — Envisioning the Future of Accounting and Finance” pada Rabu (26/8) di Auditorium Soeria Atmadja FEB UI Depok. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian IAI APAFest 2026 ini mempertemukan akademisi, praktisi, mahasiswa, serta calon akuntan untuk membahas arah perkembangan profesi akuntansi dan keuangan di tengah perubahan global.
Dengan kampanye “Everything Needs Accountants”, forum ini membahas kebutuhan untuk menjembatani pencapaian akademik dengan kesiapan profesional menghadapi masa depan serta menunjukkan bahwa profesi akuntan hadir di balik hampir setiap keputusan penting, mulai dari bisnis, pemerintahan, teknologi, hingga isu keberlanjutan. Perkembangan teknologi, perubahan lanskap regulasi, transformasi tenaga kerja, hingga dinamika geopolitik dan perdagangan global menjadi sejumlah faktor yang turut mengubah peran dan kompetensi profesional akuntansi dan keuangan. Pembahasan tersebut merujuk pada riset RISE2040 yang dikembangkan AICPA&CIMA untuk melihat tren dan kekuatan disruptif yang akan membentuk profesi dalam dua dekade mendatang.
Kolaborasi IAI, CIMA, dan FEB UI menghadirkan perspektif dari berbagai latar belakang dalam satu forum akademik. Andrew Harding, FCMA, CGMA, Chief Executive, Management Accounting, AICPA&CIMA, hadir sebagai keynote speaker, sementara Ardan Adiperdana, CA, IAI President, turut memberikan pandangan dari perspektif organisasi profesi. Dari FEB UI, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum FEB UI, Kiki Verico, Ph.D., memberi opening remarks yang memperkuat keterlibatan institusi akademik dalam diskusi mengenai masa depan pendidikan dan profesi akuntansi.
“Kami harap seminar ini dapat bermanfaat, tidak hanya untuk mahasiswa kami, tapi juga bagi para peserta yang lain, untuk mendapatkan pemahaman yang menyeluruh pada perubahan besar (dunia akuntansi dan keuangan) karena disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, dan juga pergantian regulasi,” ujar Kiki.
Diskusi kemudian dilanjutkan melalui sesi talk show yang menghadirkan Prof. Lindawati Gani, CA, FCMA, CGMA, National Council Member IAI sekaligus Professor of Management Accounting FEB UI, serta Ilauddin Sopian, CA, FCMA, CGMA, Chief Financial Officer Paragon Corp dan Chair Southeast Asia Regional Engagement Group CIMA. Sesi yang dimoderatori oleh Jennifer Djaukar, Chief Executive Studi Profesionalisme Akuntan FEB UI sekaligus mahasiswa Universitas Indonesia, mempertemukan perspektif akademisi, organisasi profesi, dan industri dalam melihat kompetensi yang dibutuhkan oleh generasi akuntan masa depan.
Selain menghadirkan pembicara lintas institusi dan negara, agenda ini juga ditandai dengan penandatanganan MoU antara IAI dan CIMA oleh Andrew Harding dan Elly Zarni Husin, CA, Executive Director IAI. Kolaborasi tersebut semakin memperlihatkan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu merespons perubahan dunia akuntansi dan keuangan.
Bagi FEB UI, keterlibatan dalam International Seminar APAFest 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan forum akademik bertaraf internasional yang mempertemukan pengetahuan, riset, praktik profesional, dan perkembangan industri. Dengan mempertemukan mahasiswa dan calon akuntan dengan pemimpin organisasi profesi, akademisi, serta praktisi dari lingkungan nasional dan internasional, FEB UI terus memperkuat perannya sebagai ruang pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk melampaui capaian akademik dan mempersiapkan diri menghadapi transformasi profesi di masa depan.

