Magister Manajemen FEB UI Hadirkan HR Director UNIQLO Indonesia, Bahas Strategi Bisnis Global dan Pengembangan Talenta Masa Depan
Rifdah – Kantor Komunikasi
Jakarta, 5 September 2026 — Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Future-Ready Talent: Building Leadership and Human Capital in the Age of AI and Global Business” pada Sabtu (5/9) di Auditorium BCA MM, Kampus FEB UI Salemba.
Kegiatan ini menghadirkan Mahyudanil Lubis, HR Director Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia), sebagai pembicara. Dalam kuliah umum tersebut, Mahyudanil berbagi wawasan mengenai strategi pengelolaan bisnis ritel global, filosofi bisnis UNIQLO, hingga strategi perusahaan dalam mengembangkan sumber daya manusia dan mempersiapkan pemimpin bisnis masa depan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Sekretaris Program Studi Magister Manajemen FEB UI, Jonathan Nahum Marpaung, Ph.D. Ia berharap kuliah ini dapat memberikan perspektif praktis kepada mahasiswa mengenai dinamika dunia profesional sekaligus menjembatani pengetahuan akademik dengan pengalaman langsung dari pemimpin industri global.
Dalam paparannya, Mahyudanil menjelaskan bahwa salah satu kekuatan UNIQLO terletak pada model bisnis yang terintegrasi, yaitu Specialty Store Retailer of Private Label Apparel (SPA). Melalui model ini, UNIQLO membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang memiliki keahlian di bidangnya. Namun, perusahaan tetap memegang kendali atas setiap rantai bisnisnya, mulai dari penciptaan nilai produk, pemilihan bahan, proses produksi, distribusi, hingga penyajian produk di toko.
Ia mengutarakan, “Tidak sekadar memandang pakaian sebagai produk yang diperjualbelikan, kami melalui filosofi LifeWear menghadirkan pakaian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara lebih efektif. Landasan utama bisnis ini mengutamakan fungsi, kenyamanan, perlindungan, serta kualitas jangka panjang.”
“Bagi kami, suara dan masukan pelanggan merupakan salah satu pengembangan produk dan material. Inovasi tidak semata-mata dilakukan untuk menciptakan produk baru atau mengikuti tren, tetapi untuk memberikan solusi terhadap kebutuhan nyata dan memberikan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
UNIQLO juga menyeimbangkan dengan komitmen terhadap keberlanjutan untuk memperpanjang siklus hidup produk. Prinsip tersebut diterapkan melalui kehadiran RE.UNIQLO dengan pendekatan reduce, reuse, dan recycle, yakni menerima perbaikan pakaian yang rusak, penyaluran pakaian layak ke masyarakat yang membutuhkan, serta pengolahan kembali (daur ulang) pakaian usang menjadi material untuk pakaian dan sumber daya baru.
Selain lingkungan, keberlanjutan juga mencakup tanggung jawab terhadap manusia dan masyarakat. Mahyudanil menjelaskan, “Melalui teknologi Blue Cycle Jeans, kami mampu mengurangi penggunaan air dalam produksi jeans hingga 99 persen dibandingkan metode konvensional. Teknologi Ozone Gas, Nanobubble Washing Process, dan laser tidak hanya mengurangi limbah air, tetapi juga menciptakan proses produksi yang lebih aman bagi pekerja dengan meminimalkan paparan residu.”
Selain membahas pengelolaan bisnis, Mahyudanil turut menyoroti pentingnya sumber daya manusia sebagai penggerak utama keberhasilan dan keberlanjutan lini bisnis. Menurutnya, model bisnis dan strategi perusahaan hanya dapat berjalan secara konsisten apabila didukung oleh talenta yang memahami filosofi, nilai, dan tujuan organisasi.
“Kebutuhan akan future-ready talent semakin mendesak. Berbagai survei menunjukkan adanya perubahan ekspektasi terhadap kompetensi tenaga kerja di masa depan. Di sisi lain, semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan AI untuk mendukung transformasi proses bisnis, pemecahan masalah, hingga pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Mahyudanil memandang kondisi tersebut menuntut perubahan dalam pendekatan pengembangan talenta. Organisasi tidak dapat lagi hanya mengandalkan program pelatihan yang dilakukan secara berkala atau sesekali. Pengembangan sumber daya manusia perlu bergerak menuju proses pembaruan kapabilitas secara berkelanjutan (continuous capability renewal).
Dalam konteks tersebut, UNIQLO merancang berbagai program pengembangan untuk mempersiapkan talenta pemimpin masa depan agar mampu menjalankan bisnis dengan perspektif internasional dan kemampuan kepemimpinan, di antaranya melalui Global Internship Program, Global Management Program, dan UNIQLO Management Candidates. Para talenta muda tersebut tidak hanya diperkenalkan pada operasional bisnis ritel, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai strategi mengambil keputusan, mengelola tim, serta menjalankan bisnis berdasarkan nilai dan filosofi perusahaan.
Melalui kegiatan ini, MM FEB UI terus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan industri untuk memberikan mahasiswa gambaran sebuah perusahaan global dalam membangun keunggulan bisnis melalui integrasi strategi, inovasi, filosofi perusahaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Mahasiswa juga memperoleh perspektif mengenai pentingnya membangun kesiapan kepemimpinan sejak dini untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan bisnis di masa depan.

