FEB UI Bekali 50 UMKM Sukabumi, Dorong Pengelolaan Keuangan Usaha dan Keluarga yang Sehat
Ghazy – Kantor Komunikasi
Depok, 10 September 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (Tim Pengmas FEB UI) memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada 50 pelaku UMKM sektor pangan yang tergabung dalam Sukabumi Entrepreneur Association (SEA). Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Agustus 2026 di Kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi ini berfokus pada penguatan keterampilan dasar pengelolaan keuangan usaha dan keluarga.
Melalui pelatihan tersebut, FEB UI mendorong pelaku UMKM untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertib, terutama dalam memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga. Langkah sederhana tersebut menjadi penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih jelas, menjaga modal dan operasional, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tercatat.
Ketua Tim Pelaksana, Dr. Dwi Nastiti Danarsari menjelaskan bahwa batas antara keuangan usaha dan keluarga masih menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pelaku usaha dalam mengetahui hasil usaha yang sebenarnya sekaligus menentukan keputusan keuangan secara tepat.
“Perbaikan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu memisahkan uang usaha dan uang keluarga serta mencatat setiap transaksi. Dengan catatan yang tertib, pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usaha dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelas Dwi.
Selain membahas pengelolaan keuangan keluarga, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan usaha yang disampaikan oleh Prof. Viverita dan Ratih Dyah Kusumastuti, Ph.D. Materi mencakup pentingnya pencatatan penerimaan dan pengeluaran serta kedisiplinan dalam mengelola arus keuangan usaha. Melalui pencatatan tersebut, pelaku UMKM dapat memahami sumber pemasukan, penggunaan dana, hingga kondisi keuntungan usaha.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha merencanakan kebutuhan, mengendalikan pengeluaran, dan mengevaluasi kinerja secara berkala. Dengan demikian, pencatatan keuangan tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi juga dapat menjadi dasar bagi pelaku UMKM untuk memahami kondisi usahanya dan menentukan langkah pengembangan secara lebih terukur.
Dwi Nastiti turut mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Sukabumi atas dukungan dan penyediaan lokasi kegiatan serta pengurus SEA yang turut membangun jejaring dan mendampingi para pelaku UMKM. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi juga memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan masyarakat dan pelaku usaha melalui pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung.
“Kampus bukan hanya tempat belajar bagi mahasiswa, tetapi juga ruang tumbuh bagi masyarakat dan pelaku usaha. Menjalankan usaha memang dilakukan oleh masing-masing pelaku, tetapi untuk berkembang, kita tidak harus berjalan sendirian,” ujar Dwi Natsiti.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, FEB UI memperkuat kontribusinya dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus membangun kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas pengusaha, dan pelaku usaha di daerah. Edukasi mengenai pemisahan keuangan usaha dan keluarga, pencatatan transaksi, serta evaluasi keuangan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dan menjadi bagian dari praktik pengelolaan usaha sehari-hari.
Upaya tersebut menjadi bagian dari peran FEB UI dalam menghadirkan pengetahuan ekonomi dan bisnis yang relevan bagi masyarakat. Melalui kegiatan yang berorientasi pada penerapan langsung, FEB UI terus mendorong agar ilmu yang berkembang di lingkungan akademik dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan dan keberlanjutan usaha masyarakat.

