Mahasiswa FEB UI Torehkan Prestasi Terbaik 1 Duta Bahasa Nasional 2026
Ghazy – Kantor Komunikasi
Depok, 30 September 2026 – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Dania Zahra Ayusti, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2025, berhasil meraih predikat Terbaik 1 Duta Bahasa Nasional 2026. Prestasi tersebut diraih bersama perwakilan Duta Bahasa DKI Jakarta melalui rangkaian program yang mengangkat bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara.
Dalam ajang tersebut, Dania bersama tim menghadirkan Krida RASA (Ruang Bahasa dan Budaya Nusantara), sebuah misi memperkenalkan bahasa Indonesia melalui gastronomi. Program tersebut memperkenalkan bahasa Indonesia kepada pelajar BIPA dari lima kedutaan besar melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu makanan dan budaya kuliner Nusantara. Pendekatan ini menjadi cara untuk mempertemukan pembelajaran bahasa dengan pengalaman budaya Indonesia.
Selain Krida RASA, rangkaian penilaian Duta Bahasa Nasional 2026 juga mencakup Tes Tuturloka, yang menguji kemampuan peserta dalam merespons isu-isu kebahasaan secara spontan. Dalam tahapan tersebut, peserta dihadapkan pada sesi tanya jawab menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kecakapan dalam menyampaikan gagasan secara baik dan benar.
Kemampuan mengolah bahasa dan budaya juga ditampilkan melalui Unjuk Talenta. Dania bersama tim membawakan monolog “Nyai Dasimah”, sebuah kisah yang lekat dengan sejarah dan budaya Jakarta. Melalui penampilan tersebut, bahasa ditempatkan tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai medium seni sekaligus bagian dari identitas budaya. Penampilan tersebut mengantarkan tim masuk ke dalam 10 besar Duta Bahasa Nasional 2026 sebelum akhirnya meraih predikat Terbaik 1.
Bagi Dania, keterlibatannya dalam ajang tersebut berangkat dari pandangan bahwa bahasa memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar kemampuan berkomunikasi. Ia melihat bahasa sebagai sarana untuk membuat pengetahuan dapat diakses oleh lebih banyak orang, termasuk melalui literasi finansial. “Saya melihat bahwa bahasa bukan hanya soal bagaimana kita berbicara dengan baik di tengah khalayak umum, tetapi juga bagaimana kita membuat pengetahuan dapat diakses oleh lebih banyak orang, salah satunya membumikan literasi finansial,” ujar Dania.
Latar belakang pendidikan di UI juga menjadi bagian dari proses yang mendukung perjalanan Dania dan tim dalam kompetisi tersebut. Meskipun bukan berasal dari bidang Sastra, pengalaman akademik di UI membantu membangun pola pikir sistematis dan kritis. Latar belakang FEB UI dan Fakultas Hukum dalam tim juga memberikan perspektif yang saling melengkapi, sementara pengalaman berdiskusi dan melakukan presentasi di lingkungan kampus turut membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan di hadapan juri.
Bagi Dania, predikat Terbaik 1 tidak berhenti sebagai pencapaian dalam sebuah kompetisi, tetapi menjadi tanggung jawab baru untuk membawa bahasa sebagai ruang kontribusi. “Gelar Duta Bahasa Nasional Terbaik 1 ini bukan hanya sekadar gelar, tetapi sebuah komitmen baru tentang bagaimana bahasa dapat menjadi ruang mengabdi dan berkolaborasi yang menghubungkan banyak orang di Indonesia,” ungkapnya.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa pengembangan diri mahasiswa dapat tumbuh melalui lintas bidang dan pengalaman. Dania mengajak mahasiswa FEB UI untuk tidak membatasi proses pembelajaran hanya pada bidang akademik yang dipelajari di ruang kelas. “Kuliah itu bukan hanya tentang menjadi ahli di satu bidang, tetapi juga bagaimana kita mengeksplorasi pengalaman dan menemukan berbagai irisan dari kemampuan yang kita punya. Jadi berani mencoba, berani belajar, dan jangan takut memulai sesuatu yang baru,” pungkas Dania.
Keberhasilan Dania menjadi Terbaik 1 Duta Bahasa Nasional 2026 memperlihatkan bagaimana pengalaman akademik dan kemampuan lintas disiplin dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk berkontribusi di ruang yang lebih luas. Melalui prestasi tersebut, mahasiswa FEB UI turut membawa semangat pelestarian bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat yang lebih luas.

