GNAM Week 2026 Day 1: Peran Bisnis Menuju Net Zero di Tengah Krisis Iklim Global dan Eksplorasi Budaya Indonesia

GNAM Week 2026 Day 1: Peran Bisnis Menuju Net Zero di Tengah Krisis Iklim Global dan Eksplorasi Budaya Indonesia

 

Aska – Komunikasi FEB UI

JAKARTA, 9 Maret 2026 – Isu perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang semakin nyata dan berdampak pada berbagai sektor kehidupan. Upaya menuju masa depan yang lebih berkelanjutan menuntut kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan, serta institusi pendidikan. Berangkat dari urgensi tersebut, Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang tergabung dalam jaringan sekolah bisnis internasional terkemuka kembali menggelar agenda rutin Global Network (GN) Week dengan tajuk “A Path to Net Zero: Business Role in Helping Solve the Global Climate Crisis” yang diselenggarakan pada Senin (9/3) hingga Jumat (13/3).

Program ini dirancang untuk memberikan peserta pemahaman komprehensif tentang bagaimana perusahaan, pembuat kebijakan, lembaga keuangan, dan lembaga pendidikan dapat berkolaborasi dalam mendorong transisi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan dan rendah karbon.

Acara dimulai dengan memperkenalkan Universitas Indonesia melalui sesi “UI at a Glance” oleh Arviansyah, Ph.D selaku Wakil Direktur Magister Management FEB UI yang membahas sejarah awal hingga berkembangnya Universitas Indonesia hingga menjadi Universitas modern dengan jaringan global. Lalu, acara dilanjut dengan penjelasan program MM FEB UI serta keterlibatannya dalam Global Network (GN) Week sejak 2012.

Masuk sesi kedua, Jonathan Marpaung, Ph.D selaku Dosen FEB UI menyampaikan kepada para peserta bahwa terdapat tugas kelompok yang akan mereka presentasikan di penghujung acara GN Week.

Selanjutnya, diadakan permainan, kuis interaktif, dan diskusi kelompok membahas “Net Zero” untuk melepaskan kecanggungan para peserta serta dapat membangun kerja sama tim dan interaksi antar peserta internasional.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia kepada para peserta. Pada sesi ini, para peserta diajak ke Museum Indonesia oleh pemandu sekaligus diperkenalkan berbagai aspek keberagaman Indonesia, seperti jumlah pulau dan bahasa daerah, keberagaman agama, filosofi “Bhineka Tunggal Ika”, keanekaragaman flora dan fauna, alat musik tradisional, dan berbagai aneka budaya lainnya.

Setelah berkunjung ke Museum Indonesia, para peserta diajak berkeliling kawasan TMII menggunakan Angling (kendaraan wisata) yang kemudian mereka singgah di Anjungan Sumatera Barat untuk menyaksikan Tari Piring, mempelajari sistem matrilineal dalam budaya Minangkabau, struktur pemerintahan daerah dan jumlah kota di Sumatera Barat, arsitektur Rumah Gadang yang tahan gempa karena sistem pondasinya, kuliner khas seperti Rendang, dan Alat musik tradisional. 

Setelah singgah di Anjungan Sumatera Barat, para peserta kembali melanjutkan tur mengelilingi kawasan TMII agar dapat melihat bentuk Rumah Adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan menuju ke Kopi Klotok Pamulang untuk melakukan lokakarya membatik yang dipandu oleh Handayani Geulis Batik Bogor. Pada sesi ini, para peserta belajar langsung proses membatik, mulai dari menggunakan canting dan lilin panas ke kain, membuat pola batik secara manual, serta mewarnai kain batik.

Setelah membatik, agenda pun ditutup dengan buka puasa bersama dengan berbagai hidangan khas Indonesia yang autentik sambil bersantai dan merefleksikan pengalaman sepanjang hari.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para peserta GN Week tidak hanya memperoleh wawasan akademik mengenai peran dunia bisnis dalam menghadapi krisis iklim global, tetapi juga mendapatkan pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif mereka dalam memahami keberagaman Indonesia. Melalui pertukaran gagasan, diskusi, serta kolaborasi antar peserta dari berbagai latar belakang, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi dan solusi nyata dalam mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.

Para peserta kegiatan ini merupakan mahasiswa dari berbagai sekolah bisnis di seluruh dunia, di antaranya Yale School of Management, Yale School of the Environment, EGADE Business School, Renmin University of China, UCT Graduate School of Business, Koç University Graduate School of Business, Seoul National University.

Selain itu, turut hadir para peserta dari Universitas Indonesia sebagai tuan rumah, serta Institut Pertanian Bogor (IPB).

Acara ini terlaksana dengan baik berkat dukungan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT. Bank Mandiri, Tanoto Foundation, Bank Indonesia, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia dan PT. Trimegah Asset Management, PT. Telkom Indonesia, PT. Pegadaian, PT. BRI Asuransi Indonesia, Telkomsel, PT. Arwana Citramulia, PT. Bank Central Asia (BCA), PT. Bank Mandiri Taspen, InJourney Airports Center, PT. Jasa Raharja, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (EximBank), dan PT. Blue Bird Group.