LKMM FEB UI Kembali Membekali Mahasiswa dengan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi
Rayya – Komunikasi FEB UI
Depok, 17 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) sebagai upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan manajemen organisasi mahasiswa di lingkungan FEB UI. Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi para pengurus organisasi kemahasiswaan dalam menghadapi berbagai tantangan organisasi yang semakin kompleks di era transformasi digital dan dinamika pendidikan tinggi.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI, Rus’an Nasrudin, S.E., MIDEC., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemampuan berpikir kritis dan ketajaman analisis merupakan bekal penting yang dapat membantu mahasiswa menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Menurutnya, kemampuan tersebut tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi. Sejalan dengan hal tersebut, organisasi mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, pengembangan soft skills, serta laboratorium sosial bagi calon pemimpin masa depan. Di tengah perkembangan zaman, organisasi mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari tuntutan kinerja yang lebih profesional dan berdampak, perubahan pola partisipasi mahasiswa, hingga kebutuhan untuk meningkatkan kontribusi terhadap fakultas dan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan dan manajemen organisasi menjadi aspek penting dalam mendukung keberlanjutan organisasi mahasiswa di lingkungan FEB UI.
Dalam rangkaian kegiatan LKMM, peserta memperoleh pembekalan dari sejumlah narasumber yang membahas berbagai isu strategis terkait masa depan Indonesia. Ibrahim Kholilul Rohman, Ph.D., Senior Economist Indonesia Financial Group (IFG), menyampaikan materi bertajuk “How Do You See Indonesia as a Nation in 2045 Based on Current Analysis and Future Expectations?” yang mengulas tantangan dan peluang Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Sementara itu, Muhamad Fajrin Rasyid dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) membawakan materi “How Do You See Indonesia’s Economy and Business Landscape in 2045 Based on Current Trends and Future Expectations?” yang menyoroti perkembangan ekonomi dan lanskap bisnis Indonesia di masa depan. Peserta juga mengikuti sesi diskusi bertajuk “From Present Reality to Future Vision: Bridging the Gap Toward 2045” yang menghadirkan Muhammad Alfatih Timur, President dan Co-founder Kitabisa, serta Tiyo Ardiyanto, Ketua BEM KM UGM periode 2025/2026. Dalam sesi tersebut, para narasumber berbagi pandangan mengenai pentingnya kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju pada tahun 2045.
Melalui LKMM, peserta memperoleh berbagai pembekalan mengenai kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi publik, serta kemampuan berpikir strategis. Materi yang diberikan dirancang untuk membantu mahasiswa mengembangkan karakter kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. Selain itu, kegiatan ini juga menyoroti berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas organisasi kemahasiswaan, seperti pemanfaatan platform digital, penguatan kolaborasi lintas organisasi dan mitra eksternal, serta pembangunan personal branding kepemimpinan.

