Breakfast Forum ILUNI FEB UI Soroti Fondasi Ekonomi Indonesia Menuju 2045

(Dok. ILUNI FEB UI)

Jakarta, 7 Agustus 2026 – Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (ILUNI FEB UI) menyelenggarakan Breakfast Forum bertajuk “Indonesia di Persimpangan: Menjaga Ambisi, Menjalin Keberlanjutan” di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (7/8). Forum ini menjadi ruang dialog bagi alumni FEB UI dari berbagai latar belakang untuk membahas arah perekonomian Indonesia dan tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kiki Verico, S.E., IMRI., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum yang memberikan sambutan dalam pembukaan acara.

Breakfast Forum juga menghadirkan sejumlah alumni FEB UI yang memiliki pengalaman di bidang kebijakan publik, ekonomi, dan dunia usaha, yakni M. Chatib Basri (Anggota Dewan Ekonomi Nasional, FEB UI ’86), Anton Gunawan (Komisaris Independen PT Super Bank Indonesia Tbk., FEB UI ’77), Moekti P. Soejachmoen (Senior Economist, Svara Institute, FEB UI ’87), serta Azis Armand (President Director & Group CEO PT Indika Energy Tbk., FEB UI ’85). Diskusi dipandu oleh Ratih Dwi Rahmadanti (Economist, World Bank, FEB UI ’07).

Mengangkat tema Indonesia yang berada di persimpangan antara ambisi pembangunan dan kebutuhan menjaga keberlanjutan, forum membahas sejumlah aspek yang saling berkaitan dalam menentukan arah perekonomian nasional, mulai dari kualitas kelembagaan dan kebijakan ekonomi hingga produktivitas serta peran dunia usaha.

Chatib Basri membahas hubungan antara kualitas institusi dan ketahanan perekonomian Indonesia. Dengan melihat perkembangan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, ia menekankan pentingnya institusi yang kuat dalam menjaga kemampuan perekonomian menghadapi berbagai gejolak. Pembahasan juga menyinggung pengalaman Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk peran kebijakan moneter dan kelembagaan dalam menjaga inflasi.

Sementara itu, Anton Gunawan mengangkat sejumlah fondasi kelembagaan yang berkembang setelah krisis ekonomi 1998, antara lain kehati-hatian sektor perbankan, pengawasan lalu lintas devisa, independensi bank sentral, disiplin fiskal, desentralisasi fiskal, serta pengawasan persaingan usaha. Fondasi tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan dan kesehatan perekonomian Indonesia.

Pembahasan turut mencakup tantangan produktivitas dan iklim usaha. Moekti P. Soejachmoen menyoroti pentingnya persaingan yang sehat dan reformasi regulasi untuk mendorong produktivitas, sementara Azis Armand membahas pentingnya kemampuan dunia usaha dalam beradaptasi terhadap perubahan dan ketidakpastian ekonomi.

Melalui Breakfast Forum, ILUNI FEB UI mempertemukan alumni dari berbagai sektor untuk bertukar gagasan mengenai tantangan ekonomi dan pembangunan Indonesia. Forum ini sekaligus menjadi ruang bagi jejaring alumni FEB UI untuk berkontribusi dalam diskursus publik dan menghadirkan perspektif yang relevan bagi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.