Promosi Doktor PPIM, Ida Zuraida Kaji Peran Kepemimpinan Transformasional Digital dan Budaya Organisasi dalam Menentukan Kapabilitas Dinamis Digital untuk Kinerja Inovasi
Rifdah– Komunikasi FEB UI
Depok, 11 Agustus 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Manajemen (PPIM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Ida Zuraida yang berlangsung di lantai 4 Gedung Pascasarjana FEB UI Depok pada Selasa (11/8).
Sidang terbuka promosi doktor ini diketuai oleh Prof. Sri Rahayu Hijrah Hati, Ph.D. dengan pembimbing Avanti Fontana, Ph.D. (Promotor) dan Dr. Elok Savitri Pusparini (Ko-Promotor). Selaku tim penguji terdiri atas Prof. Ruslan Prijadi, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji Arviansyah, Ph.D., Dr. Edhijanto Widaja Taufik, Dr. Lily Sudhartio, dan Dr. Yasmine Nasution.
Promovenda Ida Zuraida mengangkat disertasi berjudul “Building Capability in Digital Era: Examining the Role of Digital Transformational Leadership and Organizational Culture in Determining Digital Dynamic Capability for Innovation Performance” pada sidang terbuka terbuka ini.
Transformasi digital di sektor layanan kesehatan memerlukan lebih dari sekadar adopsi teknologi. Hal ini bergantung pada kemampuan organisasi untuk membangun kapabilitas yang mampu menerjemahkan kepemimpinan dan budaya organisasi menjadi inovasi yang berkelanjutan. Namun, masih sedikit penelitian yang menjelaskan bagaimana kapabilitas organisasi dibangun sepanjang proses transformasi digital.
Beranjak dari hal tersebut, penelitian ini mengkaji proses pembangunan kapabilitas dinamis yang menghubungkan Digital Transformational Leadership (DTL), Business Process Management Culture (BPMC), Digital Sensemaking Capability (DSC), Digital Transforming Capability (DTC), dan Innovation Performance (IP) pada rumah sakit swasta di Indonesia.
Pada penelitiannya, Promovenda Ida menggunakan pendekatan mixed-methods. Tahap kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi fenomena dan menyempurnakan model penelitian yang diusulkan, sedangkan tahap kuantitatif menguji model menggunakan PLS-SEM dengan data survei yang dikumpulkan dari 157 rumah sakit swasta di Indonesia.
Promovenda Ida mengungkapkan, “Temuan penelitian mengidentifikasi, terdapat tiga jalur pembangunan kapabilitas yang saling melengkapi menuju IP. Jalur pertama mengembangkan DSC, yang memungkinkan rumah sakit memaknai perubahan lingkungan, memprioritaskan tindakan strategis, dan mempercepat inovasi dengan memanfaatkan sumber daya organisasi yang telah ada, tanpa bergantung pada perubahan struktural yang besar.”
“Jalur kedua memperkuat DTC, yang memungkinkan rumah sakit merancang ulang struktur organisasi, mengonfigurasi kembali sumber daya strategis, memperkuat kematangan digital, dan membangun kapabilitas baru yang mendukung inovasi jangka panjang. Terakhir, jalur ketiga mengintegrasikan DSC dan DTC secara berurutan, sehingga pemahaman bersama dan prioritas strategis dapat mengarahkan transformasi organisasi serta menghasilkan luaran inovasi paling komprehensif dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, penelitian diharapkan dapat menawarkan peta jalan pembangunan kapabilitas di era digital yang memungkinkan organisasi layanan kesehatan menyelaraskan kepemimpinan, budaya organisasi, dan kapabilitas sesuai dengan tingkat kematangan digital serta tujuan strategis mereka.
Dengan ini, dewan pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Ida Zuraida lulus dengan predikat Summa Cumlaude serta berhasil meraih gelar Doktor yang ke-363 Program Pascasarjana Ilmu Manajemen. Selamat kepada Dr. Ida Zuraida!

