FEB UI Gelar Kuliah Umum Menghadapi Era Komunikasi Digital

FEB UI Gelar Kuliah Umum Menghadapi Era Komunikasi Digital

 

Melva Costanty – Humas FEB UI

DEPOK (20/03/2019) – Pertumbuhan dunia digital secara global terus meningkat. Pertumbuhan tersebut mempengaruhi perkembangan teknologi dan penyebaran informasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat terlihat dari keseharian kita yang tidak bisa lepas dengan ponsel pintar. Pola ini membutuhkan penyesuaian dalam berkomunikasi. Hal ini disampaikan oleh Adrian Prasanto, Communication Expert Indosat Ooredo dalam Kuliah Umum ‘Digital Communication In The 21st Century’ di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Depok.

Untuk menjawab tantangan dalam komunikasi digital, ada 4 hal yang perlu diperhatikan. “Pertama, ketahui siapa target audience-nya, bagaimana perilakunya, apa yang mereka lalukan di sosial media. Kedua, perhatikan ‘saluran’ apa yang digunakan untuk berkomunikasi, seperti jenis sosial media yang digunakan, lalu sesuaikan konten-nya. Ketiga, tentukan tujuannya, apakah untuk mendapatkan lebih banyak dukungan atau mempengaruhi publik. Dan yang terakhir, buat engangement dengan target audience, seperti melakukan kampanye, membuat komunitas dengan cara yang fun dan partisipatif,” ujar Adrian.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Adrian berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru mengenai komunikasi digital dalam konteks koorporasi, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk menggunakan peluang yang tersedia. “Dengan luar biasanya peluang-peluang yang tersedia, sangat disayangkan jika teman-teman hanya menjadi konsumen. Padahal bisa menjadi content creator atau apapun yang bisa memanfaatkan sumber daya tersebut, daripada hanya dipakai untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif,” tambah Adrian.

Adrian yang merupakan alumni UI, juga merasa senang bisa memberikan kontribusi kepada almamater. “Saya merasa excited bisa memberikan kontribusi pada almamater, terlepas dari akar pendidikan saya, saya merasa terhormat bisa kembali dan memberi kontribusi di UI.” (des)