Pentingnya Peran Pimpinan Organisasi dalam Manajemen Resiko Perusahaan

Pentingnya Peran Pimpinan Organisasi dalam Manajemen Resiko Perusahaan

 

Melva Costanty – Humas FEB

DEPOK (27/04/2019) – Secara umum, manajemen resiko pada perusahaan adalah budaya, kapabilitas, dan integrasi dengan strategi yang diandalkan organisasi untuk mengelola resiko. Hal ini bertujuan untuk mengelola resiko dalam menciptakan, mempertahankan dan mewujudkan nilai-nilai perusahaan. Pengelolaan resiko ini dimulai dari identifikasi resiko, melakukan pengukuran dan penilaian resiko secara sistematis, memantau dan menemukan risiko secara rutin dan berkala dan melaporkan potensi risiko secara berkala. Proses ini akan dikomunikasikan dengan pemangku kepentingan untuk diperiksa dan diperbaiki oleh pimpinan organisasi. Hal ini disampaikan oleh Bangkit Kuncoro, Partner EY Indonesia di Auditorium Soeria Atmadja, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Depok.

Bangkit juga menambahkan bahwa pimpinan organisasi memiliki peran penting dalam manajemen resiko. “Peran board dalam risk manajemen. Satu, setting culture, budaya memberi keteladanan. Kedua adalah dalam strategi objektif. Ia (pimpinan) bertanya dan memberikan padangan, ‘Kalau ambil keputusan jangan lupa resikonya’.  Jangan melakukan hal yang besar jika kemampuan kita hanya sedang-sedang saja. Kemudian kinerja, strategi pelaksanaannya dibandingkan dengan risk profile.”

Eriska Siregar, Manager Advisory Services EY, yang juga alumni Universitas Indonesia menyampaikan manajemen resiko kerap dianggap sebagai rintangan bagi organisasi. Namun, fungsi manajemen resiko pada perusahaan justru sebaliknya, sebagai ‘jaring pengaman’ untuk mencapai tujuan organisasi. Selain itu, manajemen resiko juga bermanfaat untuk mencapai tujuan organisasi, meningkatkan efektifitas tata kelola organisasi, mengurangi potensi kerugian dan biaya,

Untuk mahasiswa yang tertarik dalam bidang manajemen resiko, Eriska menambahkan bidang ini memiliki banyak potensi karir, “(Pilihan karir bisa macam-macam sih. Kalau saya ‘kan berkarirnya di bidang manajemen consulting, jadi kita kasih advice ke perusahaan, dari mulai mereka mau set up fungsi manajemen resiko, kemudian kerangka manajemen resikonya seperti apa, policy and prosedurnya spt apa.  Nah itu kan dr segi consultingnya, bsa juga yang profesional di industri, misalnya kerjanya di bidang risk manajement-nya bisa juga. Nah kalo risk management, itu (karir) paling atasnya jadi Chief risk Officer (CRO) di suatu perusahaan atau jadi professional2 di bidang manajemen resiko yang khusus, misalnya di bagian credt risk utk institusi keuangan.”

Kegiatan dengan tema ‘Board Risk and Control’ merupakan kuliah umum mata kuliah Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko yang dihadiri oleh mahasiswa Program studi S1 Akuntansi, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. (des)