Aris Ananta Kaji Kecukupan Dana Pensiun Bagi Lanjut Usia

Aris Ananta Kaji Kecukupan Dana Pensiun Bagi Lanjut Usia

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI menyelenggarakan Seminar Mingguan dengan topik pembahasan “Kecukupan Dana Pensiun Indonesia” yang disusun oleh Aris Ananta, Evi Nurvidya, Ahmad Irsan A. Moeis yang berlangsung di ruang Soenario Kolopaking, Gedung Dekanat, Rabu (25/9/2019).

Guru Besar FEB UI sekaligus Kepala Penelitian Bidang Populasi dan Kesehatan, Aris Ananta memaparkan bahwa sebagian besar studi dalam masalah ini ialah tentang negara maju. Makalah ini mengisi kekosongan dengan berfokus pada Indonesia. Indonesia termasuk negara berpenghasilan menengah dengan less older persons friendly infrastructure, pendapatan per kapita yang lebih rendah, dan populasi yang semakin menua.

Kesuburannya hampir mencapai tingkat kesuburan pengganti dengan beberapa daerah sudah di bawah tingkat penggantian. Ini menggunakan Susenas 2015, kumpulan data yang representatif secara nasional dan survei on-line kecil non-randon tentang pensiun yang dilakukan pada tahun 2018. Salah satu rekomendasi dari ini untuk meningkatkan usia pensiun menjadi 70 tahun atau mengganti usia pensiun wajib dengan opsional umur pensiun.

“Alasan orang tua menurunnya produktivitas dalam bekerja dan diharuskan untuk pensiun, di antaranya faktor kesehatan yang memburuk, tidak ada keterampilan yang dapat dijual, norma-norma berlaku pada orang tua yang bekerja, peraturan yang membedakan orang tua,” ucap Aris Ananta.

Berdasarkan data populasi usia kerja terkait harapan pada kecukupan dana pensiun yang dimiliki para orang tua, yakni 34% keuangan memadai, 58% ingin terus bekerja, 70% ingin menunda pensiun, 57% teknologi akan membantu selama pensiun. “Selain itu, kecukupan dana pensiun dari empat negara, seperti India (69%), Indonesia (61%), Australia (21%), dan Perancis (10%),” tutupnya. (Des)