SOBAT Alumni FEB UI #4 | Tech Startups: Tegar Hadapi Masa Pandemik & Pelemahan Ekonomi

0

SOBAT Alumni FEB UI #4 | Tech Startups: Tegar Hadapi Masa Pandemik & Pelemahan Ekonomi

 

Hana Fajria ~ Humas FEB UI

DEPOK ‚ÄstRabu (29/4/2020), Santai¬†Online¬†Bareng Teman Alumni FEB UI atau disingkat SOBAT, kembali menggagas diskusi dan bincang-bincang edisi kelima yang diinisiasi oleh ILUNI FEB UI melalui webinar. Topik kali ini, Tech Startups: Tegar Hadapi Masa Pandemik dan Pelemahan Ekonomi.

SOBAT edisi kelima ini menghadirkan 6 nara sumber alumni FEB UI, yang dibagi menjadi 2 tim, yaitu 3 orang tim Vintage dan 3 orang tim Millenials. Pada tim Vintage ada  Adrian Gunadi, CEO Investree (layanan pinjaman peer to peer), Anis Radianis, CEO FineOz (Penyedia Solusi Kredit)  dan Indradjit Harbani, Senior Developer GoDaddy, MSFT (internet domain registrar and web hosting). Sedangkan team pada Millennials ada  Alfatih Timur, CEO Kitabisa.com (situs donasi dan penggalang dana untuk kegiatan social) Ricky Setiawan, CEO GGWP.ID (e-sport dan media) dan  Anthony Reza, CEO GetCraft (premium creative network). Acara dimoderatori oleh Adi Zingkong (Direktur Digital Ekonomi, ILUNI FEB UI).

Materi disampaikan dengan tema atau eksperimen format yang berbeda, dibagi menjadi 3 sesi, yakni yang pertama KYC (Know Your Customer) , kedua, Kata Pakar dan ketiga  Dzebat.  KYC memberikan info latar belakang masing-masing nara sumber, sedangkan sesi Kata Pakar menyajikan poling topik, pembahasan pakar baik dari tim Millenials ataupun Vintage, lalu tarik penonton, yang terakhir sesi ketiga yaitu Dzebat, sesi yang hampir  serupa dengan kata pakar ditambah pembahasan  pro dan kontra.

Pada sesi pertama KYC,  Ricky Setiawan memperkenalkan dirinya sebagai orang yang terbiasa melakukan sesuatu yang menantang, sedangkan Anthony Reza yang  telah menerapkan day job dan digital life, mempunyai tujuan untuk mengintermediasi industri dengan kreatif dan membuat industri kreatif lebih terorganisasi secara bisnis, dari sisi consumer context dan sisi permodalan.  Alfatih Timur yang,,akrab disapa Timy bermula dari  mengikuti organisasi kemahasiswaan  dan belajar social enterpreneurship lalu melihat ada platform go funding diluar negeri, hingga terpikirkan untuk membuat sosial impact lalu memutuskan membuat Kitabisa.com. Adrian Gunadi yang melihat banyak CEO start-up dari kalangan milenial, tergerak juga untuk membuat start-up company sudah memiliki pengalaman didunia banking, berinisiatif menggabungkan financial dan service technology untuk mengatasi masalah, khususnya keuangan UKM. Terakhir oleh pasangan Indradjit dan Anis, yang sama-sama belajar coding dari nol, bisa meniti karir di consultant IT.

Pada sesi kedua ‚ÄúKata Pakar‚ÄĚ, Adi Zingkong sebagai moderator mengambil dua pertanyaan ¬†terbanyak dari poling topik. Pertanyaan pertama mengenai, ‚ÄúPost covid : Bisnis apa yang makin berat dan diuntungkan ?‚ÄĚ. Tim Millennials, Reza mengatakan ‚ÄúBisnis yang sangat menurun adalah bisnis travel dan tourisme. Selama vaksin covid ini belum ditemukan, sudah pasti terjadi travel distraction. Sedangkan untuk bisnis yang diuntungkan selama pandemi ini yaitu bisnis yang digital based seperti ecommerce, karena kita harus dirumah saja, jadi melakukan pembelian barang dengan cara daring. Lalu education akan naik, dan tentunya infrastruktur sekolah akan mengadopsi virtual classroom ini kedepannya‚ÄĚ. ¬†Timy menambahkan, peluang bisnis lain yang diuntungkan juga seperti makanan dengan menggunakan aplikasi, hiburan, pendidikan, olahraga dan kesejahteraan di ruang panggilan virtual, teknologi kesehatan dan kesehatan. Semuanya yang menggunakan aplikasi.

Pertanyaan kedua ‚ÄúPada krisis ekonomi : apa yang harus dilakukan kalau cash habis ?‚Äú, Anis mengatakan, ‚ÄúKita harus mencari opsi, bagaimana mendapatkan dana selain banking, nah Investree menjadi salah satu pilihan, yang mampu melakukan proses peminjaman tanpa bertemu fisik, dan saya pikir hal ini mampu memenuhi kebutuhan profit situation saat ini‚ÄĚ, jawabnya. Dilanjutkan tambahan pendapat dari masing-masing tim dalam menjawab pertanyaan dari poling dan dilanjutkan sesi tanya jawab dari penonton.

Dalam penutup, Adrian dari tim Vintage mengatakan, ‚ÄúI think new business oppurtunities dan new business models banyak bermunculan, tapi kembali lagi siapa yang bisa menjalani krisis ini, pastinya mempunyai opportunity yang lebih besar lagi¬† dan berkembang. In any crisis there is opportunity. ¬†Selalu melihat peluang ¬†di depan mata, sektor baru, vertical baru, itu mungkin spirit baru dari start up, it‚Äôs always to be agile. Kalau kita terperangkap dalam comfort zone, itu akan menjadi challenging untuk kita bisa berinovasi, karena dalam startup inovasi menjadi bagian dari DNA kita.‚ÄĚ Timy, KitaBisa.com, menutup bincang dengan mengatakan, ‚ÄúPandemi ini bisa membuat masyarakat kita bertransformasi menjadi lebih peduli, karena masyarakat pada masa krisis lebih sosialis. Pesan terakhir tentunya jangan lupa untuk berdonasi‚ÄĚ.(hjtp)