Rektor UI : Dana PEN Lebih Tepat untuk Menopang Sektor Produksi

Rektor UI : Dana PEN Lebih Tepat untuk Menopang Sektor Produksi

JAKARTA, investor.id  – Pemerintah menaikkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi Rp 641,17 triliun dari skenario awal sebesar Rp 318 triliun. Sebagian dana tersebut dialokasikan untuk memberikan stimulus bagi korporasi, BUMN, dan UMKM. Dengan kenaikan anggaran PEN tersebut, ditambah adanya penurunan penerimaan negara, defisit APBN 2020 pun melonjak jadi 6,27% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau setara Rp 1.028 triliun.

Menanggapi kenaikan stimulus untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro berpendapat, dana dari PEN ini lebih tepat difokuskan untuk menopang sektor produksi. Mulai dari UMKM, industri menengah sampai pabrik, apalagi UMKM juga menjadi penopang perekonomian domestik. “Saat ada daya beli tetapi tidak ada produksi maka tidak ada barang yang bisa dibeli. Tentu ini akan berdampak kontraproduktif untuk perekonomian,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Ari Kuncoro menilai, pemerintah sudah berencana untuk melakukan relaksasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun tetap saja perekonomian masih membutuhkan waktu untuk pulih. Untuk itu, perlu ada bantuan terhadap UMKM dan industri agar tetap bertahan sampai perekonomian kembali berputar. “Kalau tidak dibantu saat ini, maka UMKM akan bangkrut, sehingga saat ekonomi nanti pulih, cuma tersedia barang impor untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ucap Ari. (hr)

Sumber : Investor.id dengan judul “Dana PEN Lebih Tepat untuk Menopang Sektor Produksi” 

Read more at: http://brt.st/6ApO