Rahmatina Awaliah Kasri pada World Zakat Forum International Webinar

0

Rahmatina Awaliah Kasri pada World Zakat Forum International Webinar

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – 6 Juli 2020, World Zakat Forum bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) mengadakan Web-Series Talk, dengan topik “Moderating Social and Income Inequality during Pandemic”. Salah seorang pembicara ialah Rahmatina Awaliah Kasri, Ph.D., Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEB UI,  seorang pakar zakat yang sudah sering bekerjasama dan mengisi berbagai kegiatan BAZNAS dan WZF.

World Zakat Forum (WZF) diinisiasi pada tahun 2007 oleh 9 negara Islam (Indonesia, Malaysia, Qatar, Kuwait, Turki, Inggris, Bahrain, Yordania, Sudan, dan Arab Saudi) sebagai tanggapan terhadap kebutuhan pengembangan gerakan zakat dunia. Resmi didirikan pada 30 September 2010 saat konferensi Internasional zakat dunia berlangsung di Yogyakarta, saat ini WZF memiliki 33 negara anggota dan juga memiliki anggota berupa asosiasi seperti UNDP, UNICEF, IsDB, D-8, dan Bank Indonesia.

Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang luas terhadap semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan, sosial dan ekonomi di seluruh dunia. Terkait ekonomi, pandemi telah mengakibatkan menurunnya kinerja dan pertumbuhan ekonomi, serta meluasnya kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Oleh karenanya, diperkirakan hal ini juga akan memperbesar kesenjangan pendapatan (income inequality) di masyarakat. Pada saat yang bersamaan, belum ditemukan vaksin sehingga ada kemungkinan pandemi akan terus berlanjut dan dampaknya semakin parah.

“Maka, peran ekonomi Islam umumnya dan zakat khususnya sangatlah diharapkan. Hal ini dikarenakan zakat memang merupakan institusi Islam yang ditujukan terutama untuk membantu fakir miskin sehingga terwujud kesejahteraan bersama dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat. Secara teoritis, zakat berpotensi untuk menaikkan konsumsi agregat, tabungan Nasional dan investasi (domestik) serta menstimulasi permintaan agregat dan pertumbuhan ekonomi. Zakat juga berperan penting untuk meredistribusi pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan menstabilkan perekonomian,” ujar Rahmatina Awaliah Kasri, sebagai pembicara dalam World Zakat Forum International Webinar, dengan moderator Astika Rahmah Ghanny, S.E., Secretariat of World Zakat Forum, pada Senin (6/7/2020).

Lanjut Rahmatina, di masa pandemi, zakat diharapkan bisa membantu kelompok yang terdampak akibat krisis khususnya para fakir miskin. Dalam hal ini, BAZNAS dan berbagai lembaga zakat di Indonesia sudah melakukan berbagai program, mulai dari yang sifatnya pencegahan penyebaran virus (seperti pembersihan sarana publik dan ibadah) hingga program Cash for Work yang ditujukan untuk orang-orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Dalam jangka pendek, program-program seperti ini sangat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat.

Beberapa tantangan dalam mengoptimalkan peran zakat di masa pandemi, antara lain kurangnya dana zakat, karena terdapat pembayar zakat yang jatuh miskin, sehingga berubah status menjadi penerima zakat, masih rendahnya literasi zakat, serta kurangnya koordinasi/kolaborasi dengan Lembaga lain yang juga ingin membantu penanganan pandemi.

“Perlu kerjasama yang lebih baik antara sektor publik atau pemerintah, swasta atau perusahaan, dan sektor filantropi, termasuk filantropi Islam, agar dampak-dampak negatif Covid-19 bisa dimoderasi dan pemulihan ekonomi Nasional bisa berjalan dengan lebih baik,” demikian Rahmatina menutup sesinya. (hjtp)