CEO Talks ILUNI MM FEB UI Bahas Revisit Business Model in Pandemic Situation

0

CEO Talks ILUNI MM FEB UI Bahas Revisit Business Model in Pandemic Situation

 

Nino Eka Putra ~ Humas FEB UI

DEPOK – (15/7/2020) ILUNI Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan CEO Talks, bertajuk “Revisit Business Model in Pandemic Situation” berbasis webinar, pada Rabu (15/7/2020).

Narasumber pada CEO Talks adalah Bryan Tilaar, Direktur Utama PT. Martina Berto – Martha Tilaar Group, Dedy Sahat Parulian, Director of Business Development at DANA Indonesia, dengan moderator Robert AB Akademisi dan Konsultan Manajemen.

Bryan Tilaar, sebagai narasumber pertama, memaparkan bahwa PT Martina Berto menjadi perusahaan perawatan kecantikan dan spa (beauty & spa) yang terkemuka di dunia dengan produk yang bernuansa ketimuran dan alami, melalui pemanfaatan teknologi modern dan menempatkan penelitian dan pengembangan sebagai sarana peningkatan nilai tambah bagi konsumen dan pemangku kepentingan lainnya.

Saat ini, industri kosmetik dalam negeri harus menghadapi berbagai macam tantangan di tengah pandemi Covid-19. Bagi, PT Martina Berto, dalam usaha meningkatkan pasar di tengah persaingan dan pandemi, tentunya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Jika merujuk data Nielsen kategori fast moving consumer goods atau FMCG yang dalam keadaan luar biasa adalah vitamin, makanan minuman kesehatan, serta berbagai produk kebersihan dan langsung menunjang kesehatan.

“Etika bisnis Martina Berto mencakup 3 sisi, pertama shareholder (purpose, philosophy). Kedua, struktur (people, process, profit) dan ketiga, strategi (produk, place, price, promosi). Selain itu, empati atau program sosial untuk masyarakat dalam hal sustainable, di antaranya people (seperti hal kecil darimu untuk menjaga aku, dia, dan mereka), prosperity (program binaan atau pelatihan), planet (peduli terhadap lingkungan/bumi), peace (saling rukun dan toleransi), dan partnership (berkolaborasi dengan produk UMKM binaan, PBNU, benihbaik.com, dan muslimat NU),” ujar Bryan.

Dalam menyambut era new normal, Martina Berto melakukan digitalisasi marketing dan sales yang diharapkan mempermudah akses konsumen kepada produk-produk perseroan sehingga dapat bersaing di jalur distribusi dan penjualan di Indonesia.

Lanjut Bryan, Martina Berto menerapkan survival program pasca Covid-19, di antaranya program reseller dengan program insentif penjualan untuk karyawan, production switching yaitu beralih dari kecantikan ke kesehatan (antiseptik dan disinfektan), program employee dengan memberikan fasilitas kepada karyawan (seperti free drink jamu, free hand sanitizer & masker, pemberlakuan WFH dan penerapan social distancing), more active in Omni Channel (program belanja dari rumah, home service), tutorial make-up dengan mengedukasi konsumen melalui konten yang menarik di sosial media, dan produk herbal (mengembangkan promosi pada produk-produk herbal).

Dedy Sahat Parulian, sebagai narasumber kedua, menyampaikan bahwa DANA Indonesia merupakan perusahaan TekFin (Teknologi berbasis Finansial) yang fokus menyediakan layanan inklusi keuangan digital, baik online maupun offline dan menjadi jembatan menuju inklusi keuangan demi mewujudkan masyarakat non-tunai di Indonesia.

Memasuki era new normal, semua orang menjalani aktivitas sehari-hari dengan tetap produktif dalam kondisi pandemi. Pada dasarnya, untuk menghadapi hal tersebut, sebisa mungkin peran kita, baik konsumen, produsen, karyawan, pekerja dan perusahaan harus memastikan dan melaksanakan hal mendasar, seperti hidup higienis, menggunakan alat pelindung diri (masker, hand sanitizer, face shield, dan sarung tangan bila diperlukan), menjaga jarak dengan orang lain, dan go-digital. 

Selain itu, Dedy mengungkapkan, di era normal baru ini, DANA hadir sebagai digitalisasi dan Omni Channel (nasabah bank dapat menggunakan teknologi sebagai wadah identitas mereka di dalam dunia digital atau discoverability, transaksi digital (pembayaran offline dan online digital tanpa kontak dan tanpa batas, untuk membantu nasabah bank menerapkan transaksi yang higienis tanpa adanya virus yang dapat berpindah melalui uang kertas maupun kartu), terintegrasi (tersambung dalam berbagai macam teknologi dan pemesanan verifikasi hingga penyelesaian transaksi), dan promosi digital jangka panjang (wadah promosi yang disediakan platform teknologi yang dapat mudah diatur dan ditujukan ke pengguna secara tepat).

“Tak hanya itu, DANA juga melakukan program berupa donasi alat pelindung diri, tempat singgah pejuang medis, nearby hospital, siap siaga miniprogram, online doctor consultation, bantu daftar dan digitalisasi warung, nearby UKM merchants, home shopping, kolaborasi dengan mastercard, dan delivery/logistik dengan produktivitas di tengah pandemi,” tutup Dedy di akhir pemaparannya. (hjtp)