Direktur Pelaksana World Bank dan Guru Besar Bekali Mahasiswa Baru FEB UI 2021

0

Direktur Pelaksana World Bank dan Guru Besar Bekali Mahasiswa Baru FEB UI 2021

 

Nino Eka Putra ~  Humas FEB UI

DEPOK – (30/8/2021) Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan di World Bank, sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Mari Elka Pangestu, Ph.D., menjadi narasumber dalam Kuliah Perdana Pengantar Ekonomi 1, yang dipandu oleh Dr. Irfani Fithria Ummul Muzayanah, Kepala Kantor Kemahasiswaan, pada Senin (30/8/2021).

Kuliah Perdana diawali sambutan dari Pj. Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, Ph.D. Teguh mengatakan, bahwa kuliah perdana mahasiswa baru FEB UI 2021 sebagai momentum yang memberikan kesan sebagai bekal semangat belajar  empat tahun ke depan di kampus tercinta. Hal ini sesuai dengan komitmen FEB UI untuk membangun institusi pendidikan yang berlandaskan humanity, menghargai diversity, dan mendorong equality. FEB UI mendorong suasana pembelajaran yang bersahabat dan berkolaborasi serta menghindari saling menjatuhkan, dan  diharapkan mahasiswa baru FEB UI jangan takut untuk terus belajar, berkreasi, dan gesit menghadapi perkembangan dunia yang penuh ketidakpastian.

Dalam pemaparan materinya, Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa ekonomi merupakan ilmu yang sangat berguna dalam pengambilan keputusan atau pilihan terbaik bagi individu maupun perusahaan berdasarkan informasi yang tersedia,  akibat dari sumber daya yang sangat terbatas (uang, modal, daya alam, dan waktu).

Ilmu Ekonomi sangat berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Mari Elka mengatakan, “Pertama, sebagai konsumen, Anda harus mengetahui berapa banyak yang dikonsumsi untuk memaksimalkan utilitas, mengevaluasi biaya dan benefit. Kedua, sebagai pengusaha, Anda menghitung jumlah yang harus diproduksi untuk memaksimalkan keuntungan dengan biaya dan ketersediaan input (modal, tanah, dan tenaga kerja) serta permintaan konsumen. Ketiga, sebagai konsultan atau profesional di perusahaan, Anda membantu bisnis perusahaan dengan membuat keputusan produksi yang optimal. Keempat, sektor pemerintahan, Anda harus mengambil kebijakan dalam pembuatan anggaran untuk kesejahteraan rakyat dan negara.

Pada prinsip Ilmu Ekonomi, kita dihadapi dengan trade-off, artinya ketika menginginkan sesuatu maka ada hal yang harus dikorbankan, yaitu barang, tenaga, uang, waktu, dan hal-hal yang mungkin menyenangkan saat ini. Biasanya perilaku trade-off tidak bisa dirasakan secara langsung namun bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, biaya peluang (opportunity cost) juga merupakan bentuk dari prinsip ekonomi. Berbeda dengan trade-off, biaya peluang muncul apabila pilihan tersebut terbatas, karena ada kesempatan atau peluang dalam memperoleh keuntungan. “Seorang Ekonom yang berpikir secara rasional pada margin, selain melihat biaya peluang juga melihat cost dan benefit untuk menambah/mengurangi satu produk yang dikonsumsi maupun diproduksi,” tutur Mari Elka.

Sementara itu, Mari Elka mengungkapkan bahwa harga bisa menggerakkan ekonomi dalam mencerminkan nilai barang bagi pembeli dan biaya produksi barang yang ditentukan oleh interaksi pembeli dan penjual, melalui penawaran maupun permintaan pasar. Salah satu pelopor Ilmu Ekonomi, Adam Smith mengatakan “Harga ibarat invisible hand yang mengarahkan rumah tangga dan perusahaan untuk membuat keputusan yang memaksimalkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.”

“Peran pemerintah untuk memperbaiki hasil pasar, yaitu menegakkan aturan/regulasi hak milik sehingga bila terjadi pelanggaran/kecurangan langsung ditindak sesuai hukum yang belaku, mendorong efisiensi demi menghindari kegagalan pasar, dan meningkatkan kebijakan kesetaraan dan kesejahteraan untuk masyarakat,” demikian Mari Elka menutup sesi kuliah perdananya yang dihadiri oleh 844 peserta. (hjtp)