IMF: Ekonomi Tiongkok Turun 1%, Kawasan Asia Juga Ikut Terpangkas 0,3%

IMF: Ekonomi Tiongkok Turun 1%, Kawasan Asia Juga Ikut Terpangkas 0,3%

 

DEPOK – (1/11/2022) Perlambatan ekonomi Tiongkok dinilai akan berdampak besar bagi negara-negara di Asia. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyebutkan, perlambatan ekonomi satu persen di Negeri Tirai Bambu akan berimbas pada pelemahan hingga 0,3 persen bagi negara-negara di Asia.

“Ketika Tiongkok melambat satu poin persentase, ini mengarah pada perlambatan 0,3 persen di ekonomi Asia lainnya. Jadi ini diperhitungkan dalam perkiraan kami,” ujar ekonom senior IMF untuk Asia dan Pasifik Yan Carriere-Swallow dalam PP ISEI International Lecture Series V: Economic Outlook, Selasa, 1 November 2022.

Ekonomi Tiongkok tahun ini diprediksi bakal tumbuh 3,2 persen. Angka yang dirilis pada Oktober itu lebih rendah dari proyeksi IMF yang dikeluarkan pada Juli dan April, yakni 3,3 persen dan 4,4 persen.

Prakiraan pertumbuhan itu disebut menjadi yang terendah ketiga sejak 1977. Ini terjadi karena Tiongkok terbilang ketat menerapkan kebijakan nol covid (zero covid) di sejumlah wilayah dan juga terkena imbas dari kondisi ekonomi dunia.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang rendah itu berimbas pada prakiraan pertumbuhan ekonomi wilayah Asia. Yan mengatakan, tahun ini ekonomi wilayah Asia hanya akan mampu tumbuh 4,0 persen, jauh lebih rendah dari 2021 yang mampu tumbuh 6,5 persen.

“Itu jauh lebih lambat dari yang kami kira pada April, dan itu juga lebih lambat dari kami di Juli. Jadi kita berbicara tentang downgrade berurutan untuk perkiraan 2022,” jelasnya.

Sementara pada 2023, ekonomi wilayah Asia diperkirakan bakal tumbuh di kisaran 4,3 persen. Namun Yan menegaskan, proyeksi itu tak merepresentasikan kemampuan tiap-tiap negara di kawasan Asia.

Sebab, pertumbuhan tahun depan itu tertangkap dari analisis dan hitungan IMF pada perekonomian Tiongkok. “Sebagian besar negara di kawasan termasuk Indonesia, kami memperkirakan akan benar-benar melihat perlambatan pertumbuhan lebih lanjut pada 2023,” ungkapnya. 

Permasalahan ekonomi Tiongkok disebut menjadi salah satu hambatan yang cukup menantang bagi negara-negara di Asia saat ini dan tahun depan. Selain perlambatan ekonomi Negeri Tirai Bambu, ketatnya kebijakan likuiditas bank sentral di kawasan dan perang Rusia-Ukraina turut menjadi hambatan lainnya.

Dalam laporan IMF diketahui, Indonesia diproyeksikan bakal memiliki pertumbuhan ekonomi hingga 5,3 persen tahun ini. Namun lembaga tersebut memangkas prakiraan pertumbuhan Indonesia tahun depan dari 5,2 persen menjadi 5,0 persen.

Sumber: Medcom.id