Promosi Doktor PPIE FEB UI, Lilia Endriana Analisis Peran Pendidikan dan Kesetaraan Gender dalam Perilaku Pro-Lingkungan di Indonesia

Promosi Doktor PPIE FEB UI, Lilia Endriana Analisis Peran Pendidikan dan Kesetaraan Gender dalam Perilaku Pro-Lingkungan di Indonesia

 

Rifdah – Komunikasi FEB UI

Depok, 8 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Lilia Endriana, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Kamis (8/1).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Kiki Verico, S.E., MRI., Ph.D. dengan pembimbing Prof. Dr. Djoni Hartono  (Promotor) dan Khoirunurrofik, Ph.D. (Ko-Promotor). Selaku tim penguji, Rus’an Nasrudin, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Maxensius Tri Sambodo, Ph.D., Dr. Irfani Fithria Ummul Muzayanah, Jahen Fachrul Rezki, Ph.D., Muhammad Halley Yudhistira, Ph.D., dan Dr. Widyono Soetjipto.

Lilia Endriana mengangkat disertasi berjudul Shaping Pro-Environmental Behavior in Indonesia: The Role of Educational Attainment and Gender Equality’ pada sidang terbuka ini. 

Promovenda Lilia menganalisis keterkaitan antara pendidikan individu serta posisi pendidikan relatif pasangan suami dan istri dengan perilaku pro-lingkungan rumah tangga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Susenas Modul Ketahanan Sosial 2017 dan dilakukan melalui dua pendekatan. 

Pendekatan pertama, memanfaatkan variasi kuasi-eksperimental dari reformasi pendidikan pada 1978. Penelitian ini menerapkan regression discontinuity design dan estimasi two-stage least squares untuk mengestimasi pengaruh pendidikan terhadap tiga indikator perilaku energi.

Kedua, dengan menggunakan rasio tahun sekolah istri terhadap suami sebagai proksi utama. Penelitian ini mengestimasi model linear probability dan probit dengan kontrol individu, rumah tangga, dan wilayah, serta province fixed effects, untuk menilai keterkaitannya dengan enam indikator perilaku pro-lingkungan.

Promovenda Lilia memaparkan temuannya, “Pendidikan meningkatkan adopsi teknologi hemat energi, berdampak terbatas pada clean cooking yang hanya signifikan di wilayah perkotaan, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap penghematan energi rutin. Pola ini konsisten dengan perbedaan biaya, tuntutan pemahaman teknis, serta kendala keterjangkauan dan akses.”

“Dari sisi relasional, rasio tahun sekolah istri terhadap suami yang lebih tinggi berasosiasi positif dan signifikan dengan sebagian besar indikator perilaku pro-lingkungan, meliputi penggunaan bahan bakar memasak, adopsi perangkat berdaya rendah, penggunaan lampu hemat energi, pemilahan sampah, dan penghindaran pembakaran terbuka. Namun, rasio tersebut tidak berhubungan dengan kebiasaan membawa tas belanja guna ulang,” imbuhnya.

Uji mekanisme potensial menunjukkan adanya jalur kognitif, di mana rasio pendidikan tersebut berkorelasi positif dengan akses informasi dan pengetahuan spesifik perilaku, dan keduanya berhubungan positif dengan perilaku pro-lingkungan. Secara keseluruhan, pendidikan berkaitan dengan kapasitas mengevaluasi alternatif, sementara posisi pendidikan relatif dalam pasangan berkaitan dengan koordinasi dan pelaksanaan keputusan rumah tangga.

Perbedaan antara wilayah pedesaan dan perkotaan turut ditemukan dan konsisten dengan peran layanan, keterjangkauan, dan tata kelola lokal dalam memfasilitasi penerapan perilaku pro-lingkungan. Implikasinya, temuan ini mendukung kebijakan terpadu yang memperluas pendidikan perempuan, meningkatkan akses terhadap informasi yang kredibel, serta memperkuat layanan publik terkait lingkungan.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Lilia Endriana dengan predikat Sangat Memuaskan dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-153 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Lilia Endriana!