Promosi Doktor PPIE FEB UI, Novianti Harlenci Banunu Paparkan Esai Mengenai Warisan Konflik Bersenjata Asimetris

Promosi Doktor PPIE FEB UI, Novianti Harlenci Banunu Paparkan Esai Mengenai Warisan Konflik Bersenjata Asimetris

 

Rifdah – Komunikasi FEB UI

Depok, 9 Januari 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, mengadakan sidang terbuka Promosi Doktor Novianti Harlenci Banunu, yang berlangsung di ruang 401-403, Gedung Pascasarjana FEB UI, Jumat (9/1).

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Kiki Verico, Ph.D. dengan pembimbing Prof. Mohammad Ikhsan (Promotor) dan Prof. Nachrowi D. Nachrowi (Ko-Promotor), Rabin Hattari, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Selaku tim penguji, Rus’an Nasrudin, Ph.D. (Ketua Penguji) dengan anggota penguji, Turro S. Wongkaren, Prita Nurmalia, Ph.D., Rizki Nauli Siregar, Ph.D., dan Yoga Vidyattama, Ph.D.

Novianti Harlenci Banunu mengangkat disertasi berjudul ‘Esai Mengenai Warisan Konflik Bersenjata Asimetris’ pada sidang terbuka ini.

Promovenda Novianti memaparkan bagaimana konflik bersenjata asimetris membentuk kinerja ekonomi dan pembentukan modal manusia, yang disusun dalam tiga esai. Esai pertama mengadopsi perspektif meta-analitik untuk menilai bagaimana konflik asimetris memengaruhi pendidikan di berbagai lingkungan. 

Konflik tersebut menghasilkan konsekuensi pendidikan yang kompleks, jangka panjang, dan sangat bergantung pada konteks, dengan dampak yang sangat terasa bagi anak perempuan, migran, dan anak-anak pengungsi. 

Pola yang bergantung pada konteks ini memotivasi pergeseran esai kedua dari sintesis global ke analisis kausal tingkat mikro. Kasus Aceh menawarkan latar yang ideal untuk mengkaji proses-proses ini secara detail. Dengan memanfaatkan variasi spasial yang halus dalam paparan terhadap pemberontakan GAM dan membedakan kelompok berdasarkan fase konflik dan kedekatan, esai kedua mengoperasionalkan dimensi-dimensi yang disorot dalam meta-analisis. 

Dengan menggunakan desain perbedaan-dalam-perbedaan, esai ini mendokumentasikan bahwa paparan terhadap konflik mengurangi kemungkinan menyelesaikan pendidikan wajib dan menurunkan total tahun sekolah, dengan besarnya bervariasi berdasarkan durasi, intensitas, dan waktu konflik. 

Esai ketiga menggunakan analisis kontrafaktual regional untuk mengukur biaya makroekonomi konflik, memperkirakan kerugian Aceh dalam Produk Regional Bruto melalui Metode Kontrol Sintetis. 

“Hasilnya menunjukkan, eskalasi konflik setelah tahun 1999 memicu kontraksi ekonomi yang substansial. Output aktual menyimpang tajam dari jalur kontrafaktualnya, yang menyiratkan perkiraan kerugian tahunan sekitar 12 persen dari PDB potensial selama tahun 1999 hingga 2005,” tuturnya.

Secara kolektif, temuannya mengungkapkan bahwa dampak konflik tidak seragam dan tidak berumur pendek. Output ekonomi mungkin pulih sebagian setelah perdamaian, tetapi modal manusia dan kesenjangan kelembagaan seringkali tetap ada, menghambat pemulihan penuh. 

Melalui penelitiannya, Promovenda Novianti memberikan pandangan multi-skala dan terintegrasi tentang konsekuensi pembangunan dari konflik, menggabungkan analisis makroekonomi, studi kausal tingkat mikro, dan sintesis global.

Dengan ini, Dewan Pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Novianti Harlenci Banunu lulus dengan predikat Cum Laude dan berhasil meraih gelar Doktor yang ke-154 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Novianti Harlenci Banunu!