FEB UI Gelar Research Sharing, Bahas Keterbacaan Laporan Audit dan Akurasi Prediksi Analis

FEB UI Gelar Research Sharing, Bahas Keterbacaan Laporan Audit dan Akurasi Prediksi Analis

 

Aska – Komunikasi FEB UI

Depok, 21 April 2026 – Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menyelenggarakan kegiatan Research Sharing Session bertajuk “Understanding Key Audit Matters: How Readability Boosts Analyst Forecast Precision in Indonesia’s Early Implementation”, pada Selasa (21/4).

Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Aria Farah Mita, S.E., M.S.M. dan Yudhistira Dharma Putra, S.E., M.Sc. yang memaparkan hasil riset mereka yang telah dipublikasikan dalam International Journal of Auditing.

Sesi ini berfokus pada pentingnya keterbacaan (readability) dalam laporan audit, khususnya pada bagian Key Audit Matters (KAM), serta dampaknya terhadap akurasi prediksi analis di pasar modal Indonesia. Prof. Farah menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas riset dosen dan mahasiswa melalui diskusi akademik yang terbuka dan konstruktif.

Penelitian yang dipresentasikan menggunakan sampel 188 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2022-2023, yaitu fase awal implementasi wajib pengungkapan KAM. Dengan menggunakan metode pengukuran seperti Flesch Reading Ease, studi ini menemukan bahwa semakin tinggi keterbacaan laporan audit, semakin rendah tingkat kesalahan prediksi analis.

Secara empiris, hasil regresi menunjukkan bahwa keterbacaan KAM berpengaruh signifikan dalam menurunkan analyst forecast error. Temuan ini juga diperkuat oleh berbagai uji ketahanan seperti Propensity Score Matching (PSM) dan uji endogenitas, yang memastikan bahwa hasil penelitian tetap konsisten dan bebas bias. Selain itu, efek keterbacaan terbukti lebih kuat pada auditor non-Big Four, di mana kejelasan bahasa berperan sebagai sinyal tambahan atas kualitas audit.

Diskusi juga menyoroti tantangan penelitian keterbacaan di Indonesia, termasuk keterbatasan data dan alat analisis bahasa dibandingkan dengan negara maju. Meski demikian, penggunaan pendekatan text analytics dan potensi pemanfaatan pemrograman seperti Python dinilai dapat membuka peluang riset yang lebih luas di masa depan.

Selain membahas hasil penelitian, sesi ini turut mengulas proses publikasi di jurnal internasional, mulai dari pemilihan jurnal, proses revisi berdasarkan masukan reviewer, hingga pentingnya kontekstualisasi riset dalam perspektif pasar berkembang seperti Indonesia.

Melalui kegiatan ini, FEB UI menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan riset berkualitas yang tidak hanya berkontribusi secara akademis, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi profesi audit, regulator, serta pelaku pasar dalam meningkatkan kualitas informasi keuangan.