Promosi Doktor PPIA, Andi Manggala Putra Kaji Determinan Pengungkapan EPR pada Industri FMCG Asia Tenggara
Rayya – Komunikasi FEB UI
Depok, 5 Juni 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi (PPIA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Andi Manggala Putra yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Pascasarjana FEB UI, pada Jumat (5/6).
Sidang terbuka promosi doktor ini diketuai oleh Yulianti Abbas, Ph.D. dengan pembimbing Prof. Desi Adhariani, Ph.D. (Promotor), Mirani Kartika Dewi, Ph.D. (Ko-Promotor). Selaku tim penguji, Prof. Dr. Sylvia Veronica NPS (Ketua Penguji) dengan anggota penguji Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, Elvia Rosantina, Ph.D., Dr. Dwi Hartanti, Sabam Hutajulu, Ph.D.
Promovendus Andi Manggala Putra mengangkat disertasi berjudul “Extended Producer Responsibility (EPR) Disclosure Determinants in Southeast Asian FMCG Industry: Country- and Firm-Level Analysis” pada Sidang Terbuka kali ini.
Penelitian ini mengkaji perkembangan pengungkapan Extended Producer Responsibility (EPR) oleh perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) publik di Asia Tenggara selama periode 2014–2023, sekaligus menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi praktik pengungkapan tersebut dalam rezim pelaporan yang masih bersifat sukarela.
Penelitian dilakukan melalui analisis konten dan analisis tren terhadap 1.635 observasi perusahaan FMCG publik di Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Pengukuran pengungkapan EPR dilakukan melalui lima aspek utama, yaitu partisipasi dalam Producer Responsibility Organization (PRO), target pengelolaan limbah pascakonsumsi, kuantitas pengelolaan limbah beserta penjelasannya, inisiatif pengumpulan limbah, serta penerapan Design for Environment. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengungkapan EPR di seluruh negara yang diteliti selama satu dekade terakhir.
Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perusahaan semakin aktif mengomunikasikan informasi terkait tanggung jawab lingkungan sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian pemangku kepentingan terhadap isu pengelolaan kemasan dan keberlanjutan. Melalui pengungkapan tersebut, perusahaan berupaya memperkuat citra keberlanjutan, mengurangi risiko reputasi, serta menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab lingkungan. Namun demikian, penelitian juga menemukan bahwa perusahaan cenderung lebih sering mengungkapkan inisiatif Design for Environment dan target pengelolaan limbah dibandingkan informasi yang lebih terukur, seperti capaian kuantitatif pengelolaan limbah pascakonsumsi.
Selain itu, penelitian menemukan bahwa kinerja keberlanjutan perusahaan, keberadaan komite keberlanjutan, dan paparan media memiliki hubungan positif terhadap tingkat pengungkapan EPR. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor internal perusahaan menjadi pendorong utama praktik pengungkapan dibandingkan faktor-faktor pada tingkat negara. Kinerja keberlanjutan yang baik mendorong perusahaan untuk menunjukkan komitmennya kepada publik, sementara komite keberlanjutan membantu mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam tata kelola dan proses pelaporan perusahaan.
Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya perbedaan pola pengungkapan di masing-masing negara. Malaysia menunjukkan hubungan yang paling konsisten antara faktor perusahaan dan pengungkapan EPR, sedangkan Vietnam dan Filipina tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur mengenai keberlanjutan dan akuntabilitas lingkungan perusahaan, sekaligus menjadi masukan bagi regulator dan pelaku industri dalam mendorong implementasi Extended Producer Responsibility yang lebih transparan, terukur, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Dengan ini, dewan pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan, Andi Manggala Putra lulus dengan predikat Sangat Memuaskan serta berhasil meraih gelar Doktor yang ke-105 Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi. Selamat kepada Dr. Andi Manggala Putra!

