A Glimpse Of Indonesia Diversity Reflection

KONSER MUSIK "INDONESIA DIVERSITY REFLECTION"

Supporting Indonesia’s G20 Presidency

Jumat, 12 Agustus 2022

Makara Art Center UI, Kampus UI Depok

Ary Sutedja

pianis, Mendapatkan gelar Master of Music di Bidang Seni Pertunjukan Piano di Universitas Towson di Baltimore, Maryland pada tahun 1992, dengan predikat “summa cum laude”, dan mendapat sejumlah penghargaan diantaranya “Outstanding Achievement in Music”, pemenang “The Peggy and the Yale Gordon Foundation Scholarship”, dan pemenang “The Talent Award Competition”. Kemudian melanjutkan program Stajirovka di St. Petersburg Conservatory, Rusia.  Guru-gurunya adalah Mr. Reynaldo Reyes, Mme. Sofia Valkman, Mr. Sergei Uryuaev dan di Indonesia adalah Iravati M. Sudiarso. Bersama almarhum suaminya, Mikhail David, Ary mendirikan Yayasan JakArt, sebuah organisasi berbasis akar-rumput pada tahun 1999 yang bertujuan untuk mendemostrasikan, mengekspos, membagi, mengajak dan mempromosikan seni melalui bermacam-macam program dan kegiatan. JakArt ber-visi-kan bahwa kreativitas adalah jiwa dari manusia dan bahwa promosi seni akan mendukung tidak hanya pengembangan / pembangunan masyarakat tetapi juga mendukung nilai-nilai kemanusiaan. Secara terus – menerus mempromosikan pentingnya diplomasi kebudayaan.  Sejak tahun 2001, JakArt telah mengadakan 6 festival, 4 festival di Jakarta dan 2 festival keliling, dan telah menyelenggarakan 10 produksi utama di 175 kota di 4 benua. JakArt telah mengadakan lebih dari 1700 pertunjukan di lebih dari 700 lokasi, melibatkan partisipasi lebih dari 3000 seniman dari 50 negara. JakArt telah bekerja dengan lebih dari 350 organisasi pemerintah dan LSM, kedutaan asing, dll, dan telah melibatkan lebih dari 2000 sukarelawan yang antusias dari semua lapisan masyarakat. Pada tahun 2002, JakArt didukung oleh UNESCO. Pada tahun 2004, bersama-sama Singapore Arts Festival, Cina Shanghai International Arts Festival, Hong Kong Arts Festival, JakArt mendirikan AAPAF (Asosiasi Festival – festival Seni Pertunjukan se – Asia dan Pasifik. Program budaya JakArt dengan tajuk ASAH, keliling mengunjungi 100 kota di seluruh Indonesia. Telah terlaksana di 51 kota dengan 71 pertunjukan. Program lain yang merupakan program berkeberlanjutan adalah pendirian Sekolah Seni JakArt, program ekstra kurikuler sekolah yang menawarkan berbagai kursus di bidang musik, teater, seni rupa dan tari yang berada di bawah naungan satu atap. Ary aktif sebagai pianis baik sebagai solis juga dalam kelompok musik kamarnya (Nuansa Klasik: Ary Sutedja – pianis/Indonesia, Sharon Eng – violinis/Amerika dan Soun Youn Yoon – Obois/Korea). Ary juga aktif sebagai pembicara dalam festival yang berbeda di Asia dan Eropa, serta memberikan berbagai lokakarya dan juri di lembaga pendidikan. Lalu tahun 2003 sampai dengan 2006 Ary Sutedja menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta serta tahun 2004 juga menjadi anggota Komite Nasional Indonesia untuk Olimpiade Kebudayaan. Di tahun 2015, Ary menjadi anggota Dewan Pengawas Kongres Kesenian Indonesia III di Bandung, 1 – 5 Desember 2015 atas permintaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di tahun yang sama sampai dengan 2017 Ary Sutedja berkolaborasi dengan pemain biola dari Jerman Iskandar Widjaya mengadakan konser tur di Jakarta, Balikpapan, Ambon dan Ternate. Tahun 2017 – 2018 berkolaborasi dengan Seung Yong Choi (conductor biola alto) di ISI Padang Panjang, Magelang serta beberapa kota lain serta di Korea Selatan. Pada tahun 2019 sampai dengan saat ini, Ary mengajar Piano Seni Pertunjukan di Pasca Sarjana ISI Yogyakarta.

 

Ari Sumitro

Ari Sumitro, lahir di Pemalang. Sekarang aktif sebagai manager company Lab Teater Ciputat dan sebagai aktor sekaligus penata artistik Teater Mandiri (Putu Wijaya). Pembimbing Kajian Drama Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Pernah menjadi sutradara karya teater: Kura-kura dan bekicot – 2016, Heart Of Almond Jelly – 2017, Nya – 2018.

Sir Ilham Jambak

Sir Ilham Jambak

Aktor/Koreografer/Trainer

 

Pertama kali bermain drama saat kelas dua SD. Saat  kuliah aktif dalam kegiatan teater kampus, Teater Syahid UIN Jakarta. Belajar  kesenian kepada beberapa pakar; Milan Sladek (Maestro Pantomim dari Jerman), N. Riantiarno dan Ratna Riantiarno, Elly Luthan dan Dedy Luthan, Dindon WS, dll. 

 

Sejak tahun 2000 memberi pelatihan teater dan menyutradarai di lingkungan sekolah dan kampus di  Jabodetabek. 

 

Tahun 2005, bersama Bambang Prihadi dan beberapa alumni Teater Syahid ikut mendirikan Lab Teater Ciputat. Ikut dalam beberapa produksi pertunjukan Lab Teater Ciputat, diantaranya; Kubangan (2007-2009), Mata Air Mata (2016), Sinopsis TIM 2019+ (2019).

 

Sejak 2012 menjadi narasumber dan memberi pelatihan teater bagi pegawai dan mahasiswa di beberapa institusi; Dirjen Anggaran Kemenkeu, Dirjen Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Departemen Agama RI dan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia UIN Jakarta, Badan Bahasa Kemendikbudristek, Badan Pengembangan Nilai budaya Kemendikbudristek.

 

Tahun 2014, bersama Teater Embun SMA 5 Depok, meraih predikat sutradara terbaik dalam Festival Teater Siswa se-Jabodetabek. 

 

Tahun 2016, Menyutradarai tarian kolosal “Island of God, Island of Gold” dalam rangka Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Provinsi di Teluk Bintuni Papua Barat.

 

Tahun 2018 Pentas kolaborasi sutradara dan aktor Jepang, Indonesia dan Malaysia “Beautiful Water” di Art and Cultural Centre ‘Kirari’ di kota Fujimi  Saitama Jepang  dan di Jakarta tahun 2020.

 

Sejak tahun 2010 hingga sekarang tergabung dalam kelompok Teater Koma dan aktif mengikuti puluhan pertunjukan baik sebagai aktor maupun penata gerak imaji. Selain itu berperan aktif dalam pentas-pentas dongeng Teater Koma bersama Dapoer Dongeng dan Museum Nasional pada program Akhir Pekan di Museum.