ILUNI FEB UI Breakfast Forum: Millenials dan Digitalisasi UMKM

0

ILUNI FEB UI Breakfast Forum: Millenials  dan Digitalisasi UMKM

 

Hana Fajria ‚Äď Humas FEB UI

Depok ‚Äď (2/10/2020) ILUNI FEB UI mengadakan acara Breakfast Forum secara virtual, dengan pembicara kunci Destry Damayanti, Ketua Umum ILUNI FEBUI dan DGS Bank Indonesia. Narasumber lainnya adalah Masyita Crystallin Ph.D , Staf Khusus Menteri Keuangan, Teguh Yudo Wicaksono, Head of Mandiri Institute, Abraham Viktor, Founder & CEO ‚ÄúHangry!‚ÄĚ, I Ketut Adi Putra, New Retail Business Tokopedia, dengan Moderator ¬†Teuku Riefky, Ekonom LPEM UI.

Destry Damayanti mengapresiasi acara ini serta  memberikan pengantar mengenai UMKM dengan opportunity pada future new normal, dan menyambut para UMKM menuju industri 4.0 serta  para millennials untuk menjadi entrepreneurs.

Pemateri pertama  Teguh Yudo Wicaksono, Head of Mandiri Institute, juga pendukung acara Breakfast Forum ini, mengatakan lanskap digital dan e-commerce di Indonesia relatif luas dan menunjukan tren yang terus meningkat. Adopsi internet di kalangan millennials sangat tinggi, namun pemanfaatan digital untuk ekspansi usaha masih belum optimal. Mayoritas UMKM (66%) masih beroperasi secara terbatas karena kendala permodalan, serta kekhawatiran mengenai prospek usaha ke depan menjadi penyebab belum ada ketertarikan mengajukan pinjaman baru ke lembaga keuangan. Pemilik UMKM merasa terbantu dari program PEN dan berdasarkan hasil survei, usaha yang menerima/mendaftar PEN terdampak lebih berat.

Pemateri kedua Masyita Crystallin, Staf Khusus Menteri Keuangan, memaparkan materi dukungan untuk dunia usaha dan membahas dari sisi mikro. Ada beberapa sektor yang bisa dipandang sebagai winner, walaupun ditengah pandemik ada beberapa sektor yang berpotensial dan tetap tumbuh diatas pertumbuhan ekonomi rata-rata. Adanya resiko setelah pandemik terjadi traject recovery  yang k-shaped, artinya adanya recovery devide dengan penduduk menengah keatas maupun kebawah yang menjadi resiko, dimana kelompok masyarakat menengah kebawah ini memiliki potensi digitalisasi untuk memanfaatkan potensinya selama masa pandemi.

Pemateri ketiga I Ketut Adi Putra, New Retail Business Tokopedia, memaparkan Tokopedia tidak hanya sebagai e-commerce, tetapi Tokopedia yang memiliki rencana untuk ke depannya, selain berkembang dengan ekspansi dan memberikan kontribusi lebih massif pada perekonomian Indonesia, juga memiliki rencana untuk empowering UMKM dan mitra-mitranya. Tokopedia hadir untuk membangun jembatan, bukan tembok, dengan adanya Mitra, Tokopedia membantu digitalisasi di level yang paling tradisional seperti warung retail, dan companies yang bisa memberikan akses permodalan. Dengan dukungan digital, UMKM bisa mengerti kemampuan finansialnya.

Abraham Viktor, Founder & CEO ‚ÄúHangry!‚ÄĚ sebagai pemateri terakhir, memperkenalkan perusahaannya yang baru berumur kurang dari 1 tahun namun ekspansi dengan cepat, bisnis model yang dipilih ialah virtual restaurant, tidak ada dine in, fokus jualan online dengan delivery dan take away. Abraham¬† ber cita-cita perusahaan Hangry bisa exist di berbagai negara.

Diskusi menarik dan tanya-jawab berlangsung selama 2.30 jam dihadiri 140 Alumni FEB UI yang antusias sampai acara selesai. (hjtp)